Liputan6.com, Jakarta - Jalan Cikini Raya yang tadinya cukup luas, kini harus terbagi karena proyek pembangunan saluran air limbah bawah tanah (galian) di tengah jalan yang tak kunjung selesai. Alhasil, kemacetan kerap terjadi dan ini dikeluhkan masyarakat.
Biasanya Jalan Cikini Raya macet di jam-jam pulang bekerja dan anak-anak pulang sekolah. Proyek galian ini tepat di tengah jalan arah arus one way (satu jalan).
Di sisi lain, ditutupnya tengah jalan cukup mengganggu penglihatan pengendara karena sebagian tertutup oleh batas galian tersebut.
Advertisement
“Galian ini mengganggu sudut pandang pengemudi aja sih, ngerinya takut ada kecelakaan soalnya kan (kendaraan dari sisi jalan lain) ga keliatan,” ujar Baim, salah satu petugas pasukan oren.
Warga Cikini, Esther Amperiana, mengungkapkan rasa ketidaknyamanannya terhadap keberadaan galian di tengah Jalan Cikini Raya yang menurutnya sudah berlangsung sejak tahun 2024, namun tampak tidak menunjukkan perkembangan berarti.
Seolah-olah proyek tersebut terbengkalai dan dibiarkan begitu saja tanpa kejelasan kelanjutan. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak menolak pembangunan, namun menyayangkan pelaksanaannya yang terkesan tidak tertangani dengan baik.
“Yang adanya pembangunan ya boleh-boleh saja, tapi kelihatannya ini seperti dibiarkan gitu (terbengkalai),” ucap Esther kepada Liputan6.com, Rabu (16/4/2025).
"Saya pribadi tidak nyaman, karena meskipun tujuannya untuk masyarakat, kenyataannya kami juga ikut terdampak dan merasa terganggu," ujarnya.
Meski begitu, Esther tetap menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan proyek penggalian di kawasan Cikini Raya, terutama jika proyek tersebut bertujuan untuk kepentingan jangka Panjang. Ia menilai bahwa pembangunan merupakan hal penting yang harus dijalankan demi kepentingan bersama, namun tetap berharap agar prosesnya dilakukan dengan lebih tertib dan memperhatikan kenyamanan warga sekitar.
Berharap Cepat Diselesaikan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5189712/original/031348700_1744796311-IMG_6757.jpg)
Esther mengungkapkan harapannya agar sekitar Jalan Cikini Raya proyek pembangunan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut. Ia juga menyadari pentingnya penggalian seperti saluran air atau infrastruktur lainnya, namun meminta agar pelaksanaannya dilakukan dengan cepat demi kenyamanan bersama.
“Ya harapan ke depan ya. Satu, kalau kita memperhatikan pembangunan-pembangunan yang ada di sini, itu tolong kalau ada proyek itu yang namanya Jalan Cikini itu kan vital ya, cepat diselesaikan bagi masyarakat kita apapun konsekuensinya,” jelas Esther.
“Tolong secepatnya gitu misalnya dikerjakan 24 jam gitu. Kalau yang jalan-jalan yang enggak produktif sih bisa aja, tapi kalau jalan yang ramai, harus 24 jam gitu,” tutup Esther.
Advertisement
Penjelasan Dinas SDA DKI Jakarta
Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menyebutkan proyek pembangunan saluran air limbah bawah tanah (galian) yang menutup sebagian ruas jalan di Cikini Raya, Jakarta Pusat, akan rampung pada 22 April 2025.
"Estimasi waktu selesai proyek galian di Jalan Cikini Raya lokasi (shaft) E4.1 pada 22 April 2025," kata Sekretaris Dinas SDA DKI Jakarta Hendri, Selasa 18 Maret 2025, seperti dilansir Antara.
Lalu lintas di lokasi proyek di Jalan Cikini Raya telah dibuka, namun penghalang (barrier) beton belum dapat diangkat karena masih ada pekerja yang melakukan pekerjaan perbaikan trotoar.
"Dalam pengembalian kondisi semula pada trotoar ini, pelaksana akan berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan pengembalian taman seperti semula akan berkoordinasi dengan Dinas Pertamanan," kata Hendri.
Dinas SDA DKI berencana membangun lima lubang (shaft) untuk memasukkan pipa air limbah di bawah tanah pada Jalan Cikini Raya dengan dengan kedalaman 8 sampai 9 meter.
Pembangunan proyek itu merupakan bagian dari Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Zona 1 paket 5, yang termasuk ke dalam proyek strategis nasional (PSN) dan kegiatan strategis daerah (KSD).
Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan akses sanitasi, mencegah timbulnya penyakit yang disebabkan buruknya kualitas air permukaan dan air tanah serta memperbaiki kualitas lingkungan perkotaan khususnya terhadap kualitas air permukaan dan air tanah.
Lokasi JSDP Zona 1 Paket 5 antara lain di Jalan Pangeran Jayakarta dan Jalan Jembatan Merah; Jalan Kartini Raya dan Jalan KH Samanhudi; Jalan Pasar Baru Timur.
Lalu, Jalan Cikini Raya dan Pegangsaan Barat; Jalan Antara; Jalan Kimia; Jalan Mangga Dua; Jalan Proklamasi; Jalan Prof Mohammad Yamin; Jalan Ir. H. Juanda; Jalan Raya Raden Saleh; Jalan Raya Tamansari; Jalan Mangga Besar II; dan Jalan Raya Mangga Besar.
Hendri mengatakan target penyelesaian JSDP Zona 1 Paket 5 ini yakni pada 16 Desember 2026 atau sekitar tiga tahun sejak pengerjaan dimulai pada Agustus 2023.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4526423/original/078435800_1691156635-Infografis_SQ_Kabel_Semrawut_dan_Melintang_di_Jakarta_Menelan_Korban.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5189719/original/080746700_1744796359-image1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3830736/original/083681100_1723609985-tempImage3nzk5D.gif)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3830739/original/043956600_1724749571-Screenshot_2024-08-27_160524.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/146/original/027423100_1766886277-16128480287441.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711445/original/003693600_1782792455-000_B8QK6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715315/original/077601700_1782799662-Netherlands__Jan_Paul_van_Hecke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/8256030/original/067832900_1781145628-demo-tolak-kenaikan-bbm-di-cikini-ricuh-mobil-tni-dicegat-massa-514492.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6431605/original/021520300_1779299741-berkat-dukungan-4-negara-ini-indonesia-pertahankan-kemerdekaan-rev-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5498822/original/082331000_1770721703-kl-kalcer-2-bakmie-roxy-horizontal-ae50b3.jpg)