Diserang GAM, Tiga Anggota Intelijen Gabungan Luka-Luka

Tiga anggota tim gabungan intelijen TNI/Polri luka-luka setelah kendaraan yang mereka tumpangi dihujani peluru puluhan anggota GAM. Sebanyak 600 anggota Yonif Pasmar I Surabaya diberangkatkan ke Aceh.

Diterbitkan 26 Juli 2003, 20:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Aceh Besar: Tiga anggota Satuan Gabungan Intelijen TNI/Polri luka-luka setelah mobil yang mereka tumpangi dihujani peluru oleh sekitar 60-an anggota Gerakan Aceh Merdeka di kawasan Desa Beurunut, Kecamatan Selimun, Aceh Besar, Sabtu (26/7) siang. Ketiga orang yang nahas itu masing-masing adalah Letnan Satu TNI Rahman, Sersan Kepala TNI Budi, dan Brigadir Dua Polisi Azhari.

Peristiwa terjadi ketika tim gabungan hendak mendatangi Desa Beurunut untuk memastikan adanya pemerasan terhadap pemilik tambak di sana. Sebelum tiba di lokasi, rombongan sempat berpapasan dengan sebuah truk milik Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Aceh yang membawa penumpang berseragam loreng. Tapi setelah lewat satu kilometer, tiga kendaraan mengejar mobil tim gabungan. Belum sempat turun, tiba-tiba penumpang dalam tiga kendaraan itu sudah memberondong kendaraan TNI/Polri dengan timah panas. Kejadian ini berlangsung sekitar 20 menit.

Sementara itu dari Desa Lamgebaru, Aceh Besar, TNI dilaporkan menembak mati seorang anggota GAM dan menangkap enam lainnya--seorang di antaranya inong balee atau tentara wanita GAM. Di antara yang tertangkap ialah Amarullah. Dalam pemeriksaan, pria yang mengaku sebagai guru di sekolah menengah di Sibreh mengatakan, sudah lima bulan bersembunyi di atas gunung bersama anggota GAM lainnya. Lelaki yang dalam persembunyian bertugas sebagai juru masak ini terpaksa turun gunung karena terserang malaria, bukan hendak menyerahkan diri.

Pada waktu hampir bersamaan, Kepolisian Daerah Aceh Besar juga meringkus empat anggota GAM wilayah Kecamatan Ingin Jaya dan tiga anggota GAM Kecamatan Darul Imarah. Dalam pemeriksaan, ketujuh tawanan itu mengaku sudah bergabung dengan gerakan separatis sejak 2000 dan mendapat pelatihan militer di daerahnya masing-masing.

Sedangkan dalam penyergapan di Desa Jeude Blang, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, TNI dari Batalyon Infanteri 301 Komando Daerah Militer III Siliwangi berhasil meringkus Adnan Adam Sulaiman. Lelaki ini diduga sebagai pelaku penembakan keluarga wartawan Harian Waspada Medan Idrus Jeumpa [baca: Keluarga Wartawan Waspada Medan Dihujani GAM Peluru]. Selain itu pasukan ini juga menyita menyita sepucuk senjata jenis Colt, 20 butir amunisi, dan bendera GAM.

Dari Surabaya, Jawa Timur, dilaporkan 600 personel Marinir dari Yonif Pasukan Marinir I Surabaya diberangkatkan dari Dermaga Madura menuju Aceh Timur, dengan menumpang KRI Teluk Langsa [baca: Satu Batalyon Marinir Dikirim ke Aceh]. Sebelum diberangkatkan, Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI Achmad Rifai sempat berpesan kepada mereka agar lebih memperhatikan masalah hak asasi manusia dalam menjalankan tugas.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6