Sukses

Pemotongan Hewan Kurban di Masjid Istiqlal Turut Diawasi Dinas KPKP

Penyembelihan hewan kurban di Masjid Istiqlal dimulai dengan sapi kurban milik Presiden Jokowi dan dilanjutkan dengan sapi dari Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Liputan6.com, Jakarta - Penyembelihan hewan kurban di Masjid Istiqlal dipantau oleh Suku Dinas (Sudin) Ketahanan Pangan, Kelautan Dan Pertanian (KPKP) Jakarta Pusat sejak sebelum disembelih hingga hari pemotongan.

"Kami melakukan pemeriksaan ante-post mortem kesehatan hewan, sebelum hewan kurban dipotong dan saat pemotongan untuk limpa, hati, dan jeroannya. Kami pastikan hewan kurban sehat sebelum dipotong," kata Kasudin KPKP Jakarta Pusat Penty Yunesi Pudyastuti.

Selain itu, proses pemotongan hewan kurban di Masjid Istiqlal juga diawasi oleh Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).

"Tim kami turun ke lapangan sejak hari sebelumnya, H-1, H-2. Kemudian, pada hari ini kami turun," kata Penty.

Kepala Bidang (Kabid) Riayah Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) Ismail Cawidu mengatakan, total ada 60 ekor sapi dan 12 ekor kambing yang bakal disembelih BPMI hari ini. Daging hewan kurban bakal disalurkan ke 25 ribu jiwa.

Menurut Ismail, penyembelihan dimulai dengan sapi kurban milik Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan dilanjutkan dengan sapi dari Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin.

"Ada 60 ekor sapi, dan 12 kambing, dan akan didistribusikan kepada 25.000 jiwa (dari 225 proposal yang mengajukan). Kita berusaha untuk membagi secara profesional dan semoga mereka bisa mendapatkan semuanya," jelas Ismail.

Ketua Panitia Penyembelihan Hewan Kurban KH Abu Hurairah Abd Salam menambahkan, hewan kurban tersebut akan didistribusikan ke masyarakat yang berada di daerah sekitar Masjid Istiqlal, mushola, serta pondok pesantren yang ada di Jabodetabek.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Penyembelihan Dipantau Petugas Syar'i

"Untuk tahun ini yang kami prioritaskan adalah rumah tahfidz, anak yatim, dan yang kami antarkan (distribusikan) adalah masyarakat yang bertetangga dengan Istiqlal seperti Gang Wahidin, Gang Kingkit," kata Abu.

"Untuk yang proposal, kami telepon dan mereka akan datang ke sini untuk mengambil," sambung Abu.

Adapun penyembelihan hewan kurban di Masjid Istiqlal, dipantau petugas syar'i dari awal hingga akhir guna memastikan penyembelihan dilakukan sesuai syariat Islam.

Petugas syar'i memastikan mekanisme yang dilakukan tim pemotongan hewan kurban dalam kondisi normal, keadaan mudah, dan diusahakan menghadap kiblat.

3 dari 3 halaman

Sapi Kurban di Masjid Istiqlal, Ada dari Jokowi, Prabowo, hingga Megawati

Masjid Istiqlal menerima total 50 ekor sapi dari sejumlah pejabat negara di Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah. Selain itu, Masjid Istiqlal juga menerima hewan kurban berupa 12 ekor kambing.

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengatakan, puluhan sapi itu diantaranya diserahkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin, mantan Wakil Presiden (Wapres) ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

Kemudian, dari Menteri Pertahanan (Menhan) sekaligus presiden terpilih hasil pemilihan presiden (Pilpres) 2024 Prabowo Subianto dan Wapres terpilih hasil Pilpres 2024 Gibran Rakabuming Raka.

"Hari ini saya ingin sampaikan bahwa jumlah hewan kurban yang kita kumpulkan, jumlah sapinya adalah 50 ekor sapi. Tentu yang kita saksikan adalah dari Bapak Presiden, kemudian Wapres ada juga Pak Prabowo, Pak Gibran, Bu Mega," kata Nasaruddin di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Senin (17/6/2024).

Selain itu, Masjid Istiqlal juga menerima sumbangan hewan kurban dari warga non muslim, pengusaha, hingga warga yang tergabung dalam komunitas Tionghoa.

"Kawan-kawan non muslim juga memberikan hadiah menambah distribusi daging kurban kita, 22 ekor dari sahabat kita non muslim, ada dari Katedral sapinya besar, kemudian juga Hotel Borobudur penyumbang 20 ekor sapi, ada juga rekan-rekan kita dari komunitas Tionghoa," jelas Nasaruddin.

Nasaruddin menyebut, sumbangan dari warga non muslim tersebut merupakan bentuk toleransi antar umat beragama di Indonesia.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.