Sutiyoso: Jakarta Siaga I

Status Siaga I untuk mengantisipasi tindakan teroris yang diduga dilakukan anggota Gerakan Aceh Merdeka yang kabur ke Jakarta. Gubernur meminta warga tenang dan beraktivitas seperti biasa.

Diterbitkan 25 Mei 2003, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Darurat Militer di Nanggroe Aceh Darussalam diyakini bakal mengimbas ke Jakarta. Untuk mengantisipasi berbagai situasi keamanan, Gubernur DKI Sutiyoso menetapkan status keamanan Jakarta menjadi Siaga I. Tindakan ini juga dipicu informasi yang terbetik bahwa sejumlah anggota Gerakan Aceh Merdeka kabur ke Ibu Kota Negara. Penegasan ini disampaikan Sutiyoso sebelum mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Insan, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (24/5). Sebagai langkah awal, Gubernur dan Kepolisian Daerah Metro Jaya telah menyiagakan ratusan personel di mal, hotel, dan pusat keramaian lainnya.

Menurut Sutiyoso, GAM selalu melakukan tindakan terorisme jika dalam keadaan terdesak. Pola ini diyakini cukup ampuh untuk memecah perhatian pemerintah. Untuk menjaga kemungkinan tersebut, Gubernur intensif berkoordinasi dengan Kepala Polri Jenderal Polisi Da`i Bachtiar dan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Pol. Makbul Padmanegara. Selain di pusat keramaian, polisi juga akan menyisir rumah susun, apartemen, dan rumah kos yang diduga menjadi markas teroris. Sejauh ini, aparat tengah mengawasi 18 titik kantong-kantong orang Aceh di Jakarta. Kendati begitu, Gubernur meminta masyarakat tenang dan tetap beraktivitas seperti biasa.

GAM diduga tak hanya kabur ke Jakarta atau meneror sejumlah wilayah di luar Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam [baca: Jakarta Dipastikan Aman Saat Operasi Terpadu Digelar]. Berdasarkan informasi yang dirangkum Liputan6.com, Kepala Staf Daerah Militer V Brawijaya Brigadir Jenderal TNI Soehartono juga membenarkan bahwa Jawa Timur juga bakal menjadi tempat pelarian anggota kelompok separatis itu. Karenanya, Soehartono mengingatkan agar warga tetap waspada. Para prajurit pun diminta siaga supaya Operasi Terpadu di NAD tak berdampak terhadap situasi keamanan di Jatim. Namun hingga kini, ia menilai kondisi Jatim relatif kondusif.

Dugaan GAM kabur menguat lantaran posisi mereka di Bumi Serambi Mekah semakin terdesak. Besar kemungkinan, anggota GAM melarikan diri dengan cara menyamar sebagai pengungsi. Untuk itulah, aparat TNI memperketat wilayah perbatasan antara Aceh dan Sumatra Utara [baca: Pengawasan Perbatasan Aceh-Sumut Diperketat]. Setiap warga Aceh yang melintas di kawasan itu harus menunjukkan kartu tanda penduduk atau surat keterangan identitas lain yang sah.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6