Kapolda Metro: Penembak Jitu Dikerahkan Bila Terpaksa

Polda Metro Jaya akan menempatkan penembak jitu bila situasi memaksa. Namun untuk kondisi sekarang, belum waktunya menempatkan sniper.

Diterbitkan 17 Desember 2000, 12:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polda Metro Jaya tidak menempatkan penembak jitu khusus untuk Natal dan Lebaran.
  • Ancaman kejahatan kekerasan tinggi, 14.949 personel keamanan dikerahkan.
  • Masyarakat diimbau tetap waspada meski banyak petugas keamanan.

Liputan6.com, Jakarta: Kepolisian Daerah Metro Jaya tak akan secara khusus menempatkan para penembak jitu dalam mengamankan perayaan Natal dan Lebaran tahun ini. Namun bila situasi mengharuskan, penempatan penembak jitu akan dilakukan. Demikian ditegaskan Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mulyono Sulaeman usai apel Pasukan Pengamanan Operasi Lilin dan Operasi Ketupat Jaya 2000 di Jakarta, Ahad (17/12). Menurut Mulyono, meskipun ancaman kejahatan dengan kekerasan mempunyai kemungkinan yang tinggi, namun belum saatnya menempatkan penembak jitu. Kecuali, keadaan memang memaksa. "Untuk masalah itu polisi mempunyai prosedur yang jelas," kata Mulyono. Kapolda juga menjelaskan bentuk ancaman yang berpotensi mengancam ketertiban dan keamanan adalah kejahatan dengan kekerasan. Sebab itu berbagai elemen keamanan dikerahkan. Bahkan petugas keamanan yang dikerahkan mencapai 14.949 personel yang terdiri dari unsur Markas Besar Polri, Polda, TNI, Satuan Tugas Polres, serta masyarakat. Namun Mulyono tetap mengharapkan, masyarakat sendiri harus meningkatkan kewaspadaan meski jumlah petugas keamanan yang dikerahkan besar.(YYT/Roy Akhmad dan Hendro Wahyudi)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6