Kadis Damkar: Banjir UOB Paling Sulit Ditangani

Ada 3 titik terparah di wilayah DKI Jakarta dalam musibah banjir beberapa waktu lalu.

Diterbitkan 29 Januari 2013, 16:23 WIB
Copy Link
Batalkan

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar PB) DKI Jakarta, Paimin Napitupulu mengungkapkan, ada 3 titik terparah di wilayah DKI Jakarta dalam musibah banjir beberapa waktu lalu. Tiga 3 itu, yakni Kampung Pulo, Pluit, dan Gedung UOB.

Namun, di antara 3 titik tersebut, Paimin mengakui, yang paling sulit adalah ketika menangani musibah banjir di Gedung UOB.

"Paling sulit itu di UOB. Karena air total ketinggian mencapai 17 meter ke tingkat bawah," kata Paimin dalam "Laporan Evaluasi Dinas Damkar PB DKI Selama Tanggap Darurat Banjir" di Pasar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2013).

Dituturkan Paimin, banjir merupakan musibah yang tak bisa dihindari. Karena itu, pihaknya harus tetap waspada dan siaga tatkala musibah-musibah datang menghampiri.

"Sebenarnya ini musibah. Tidak terduga akan datang. Tapi kami harus siap siaga menananganinya. Apalagi sekarang orang hanyut, mau bunuh diri, kucing masuk gorong-gorong, semua tanggung jawab damkar," kata dia.

Meski begitu, lanjut Paimin, dalam musibah banjir kemarin, banyak informasi yang tidak berimbang yang diterima masyarakat. Mengingat, masyarakat juga tidak banyak mengetahui kapan persisnya tanggap darurat banjir dilaksanakan.

"Misalnya musibah UOB. Banyak informasi yang mengatakan ada banyak korban, ternyata cuma 4 orang, yakni 2 tewas, 2 selamat. Padahal, sampai tanggal 27 Januari kemarin, petugas stay di UOB, tapi tidak ada lagi korban," ujarnya.

Paimin menambahkan, selama musibah banjir tersebut, semua peralatan dikerahkan untuk menangani di semua titik posko banjir. Namun, lagi-lagi musibah UOB, relatif peralatan yang dimiliki Damkar PB dikerahkan ke sana.

"Relatif peralatan kita yang dipakai dikerahkan ketika di UOB," ujarnya. (Riz)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6