Liputan6.com, Toraja: Personel Satuan Brigade Mobil dari Pare-pare dan Perintis Kepolisian Resor Kota Tana Toraja, Sulawesi Selatan, bentrok dengan pengunjuk rasa Antipemekaran Toraja, Jumat (24/1). Akibatnya, empat orang luka-luka, sementara 90 pengunjuk rasa ditahan.
Insiden itu terjadi ketika massa hendak berunjuk rasa di Kantor DPRD setempat. Saat itu, sebanyak 14 kendaraan para demonstran dicegat petugas keamanan. Polisi langsung melepaskan tembakan dan membuat massa yang berada di atas kendaraan melarikan diri. Bentrokan pun meletus ketika massa mulai berhamburan di jalan.
Empat korban luka-luka akibat peristiwa ini terpaksa mendapat perawatan intensif karena mengalami luka parah di kepala. Mereka kini berada di Rumah Sakit Laki Padada. Sementara seorang demonstran bernama Yuli ditemukan pingsan saat berada di Markas Polresta Tana Toraja. Hingga berita ini ditulis, 80 pengunjuk rasa masih ditahan di Mapolresta Tana Toraja. Sementara 10 orang lainnya ditahan di Markas Komando Distrik Militer 1414 Rante Rao.
Meski telah dibubarkan polisi, para pengunjuk rasa kemudian kembali dan menduduki Kantor DPRD Toraja. Mereka berencana mendatangi beberapa instalasi vital untuk menolak pemekaran Toraja menjadi dua kabupaten. Saat ini, aktivitas di DPRD dan Kantor Bupati dipindahkan ke rumah jabatan bupati.(PIN/Muhammad Takbir)
Insiden itu terjadi ketika massa hendak berunjuk rasa di Kantor DPRD setempat. Saat itu, sebanyak 14 kendaraan para demonstran dicegat petugas keamanan. Polisi langsung melepaskan tembakan dan membuat massa yang berada di atas kendaraan melarikan diri. Bentrokan pun meletus ketika massa mulai berhamburan di jalan.
Empat korban luka-luka akibat peristiwa ini terpaksa mendapat perawatan intensif karena mengalami luka parah di kepala. Mereka kini berada di Rumah Sakit Laki Padada. Sementara seorang demonstran bernama Yuli ditemukan pingsan saat berada di Markas Polresta Tana Toraja. Hingga berita ini ditulis, 80 pengunjuk rasa masih ditahan di Mapolresta Tana Toraja. Sementara 10 orang lainnya ditahan di Markas Komando Distrik Militer 1414 Rante Rao.
Meski telah dibubarkan polisi, para pengunjuk rasa kemudian kembali dan menduduki Kantor DPRD Toraja. Mereka berencana mendatangi beberapa instalasi vital untuk menolak pemekaran Toraja menjadi dua kabupaten. Saat ini, aktivitas di DPRD dan Kantor Bupati dipindahkan ke rumah jabatan bupati.(PIN/Muhammad Takbir)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5359126/original/045528800_1758620783-OJK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463536/original/058765400_1767636182-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331557/original/037451000_1787549916-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-24T123722.755.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337309/original/008779100_1788240212-cek_fakta_-_pinjol_ojk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/386414/original/250103bDemoBentrok2.jpg)