Sukses

Wagub DKI Pastikan Rusun Nagrak Siap Jadi Tempat Karantina Warga dari Luar Negeri

Liputan6.com, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta memastikan kesiapan Rusun Nagrak di Jakarta Utara, sebagai tempat karantina untuk warga asing ataupun warga Indonesia yang pulang dari luar negeri. 

"Kita pastikan semua persiapan tempat-tempat karantina, seperti sebelumnya, juga menyiapkan rumah sakit, berbagai fasilitasnya, tenaga kesehatan, tenaga kesehatan, tempat tidur, ruang ICU, obat-obatan vitamin, tempat karantina juga semua sudah disediakan," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (20/12/2021). 

Selain itu, politikus Gerindra tersebut menyatakan nantinya Pemprov DKI akan mengikuti keputusan pemerintah pusat dengan adanya temuan varian Omicron. Sebab saat ini sejumlah negara telah mengalami kenaikan kasus akibat penyebaran varian tersebut. 

"Maka dari itu kami mengajak semuanya untuk hati-hati, waspada, jangan kendor, jangan euforia, jangan anggap enteng, mari kita laksanakan protokol kesehatan secara baik," ucapnya. 

Riza juga meminta agar masyarakat tetap di rumah masing-masing saat libur Natal dan Tahun Baru 2022. Hal tersebut untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus Covid-19. 

"Tidak perlu bepergian kecuali sesuatu yang sangat penting dan genting. Kemudian kami minta usahakan untuk ditunda dulu bepergian ke luar negeri atau ke luar kota, liburan Nataru bisa dilaksanakan di rumah bersama keluarga," jelas dia. 

 

2 dari 2 halaman

Langkah Mitigasi

Sebelumnya, pemerintah melakukan lockdown di sejumlah tower di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, usai adanya 1 pasien positif Omicron yang dirawat di sana.

Juru bicara Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi mengatakan lockdown ini merupakan upaya mitigasi pemerintah agar varian baru Covid-19 itu tidak menyebar luas.

"Pemerintah saat ini melakukan langkah-langkah mitigasi dengan melakukan lockdown atau penguncian di beberapa tower Wisma Atlet agar varian ini tidak menyebar luas," kata Jodi kepada Merdeka, Jakarta, Kamis (16/12/2021).

Menurut dia, pemerintah juga terus melakukan genome sequencing secara ketat dan tersebar di seluruh Indonesia. Dia mengatakan, hal itu dilakukan agar kasus penularan varian Omicron lebih cepat terdeteksi.