Sukses

Gunung Semeru Kembali Keluarkan Guguran Awan Panas

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Semeru kembali mengeluarkan guguran awan panas pada Kamis (16/12/2021). Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.

"Iya benar, Gunung Semeru tadi sempat terjadi awan panas guguran yang terekam juga secara visual dari Pos Pantau PVMBG di Gunung Sawur," ujar Kasi Operasi Kantor SAR Surabaya, I Wayan Suyatna.

 

Akibat peristiwa itu, lanjut Wayan, semua personel tim SAR gabungan dari SRU 1, SRU 2, SRU 3, ditarik dari lokasi pencarian korban menuju ke titik aman ke posko induk.

"Pencarian hari ini dihentikan sementara. Dan kondisi saat ini luncuran guguran awan panas Gunung Semeru sudah reda, namun tim SAR gabungan siaga jika diperlukan untuk evakuasi," ucap dia.

2 dari 2 halaman

PVMBG Ingatkan Bahaya Aliran Lahar Gunung Semeru

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus melakukan pengamatan kondisi dan aktivitas Gunung Semeru. Yang perlu diwaspadai masyarakat kali ini adalah aliran lahar.

"Potensi bahaya yang lebih mengancam saat ini adalah aliran lahar, berkaitan dengan kondisi cuaca yang masih dalam musim penghujan. Rekaman kegempaan pada 14 Desember menunjukkan getaran banjir dengan durasi 1.200 detik," tutur Kepala PVMBG Andiani saat konferensi pers, Rabu (15/12/2021).

Menurut Andiani, aktivitas Gunung Semeru masih tetap level 2 atau waspada. Meski begitu, masyarakat, pengunjung, hingga wisatawan diimbau tidak beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari puncak Gunung Semeru dan jarak 5 km arah bukaan kawah, yakni di sektor Selatan Tenggara.

"Kemudian menghindar dan tidak beraktivitas sepanjang alur sungai Besuk Kobokan yang saat ini sudah terisi endapan material yang masih bersuhu tinggi, dan mewaspadai potensi awan panas guguran dan lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru," jelas dia.

Lokasi yang perlu diwaspadai antara lain di sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Sat. Tidak ketinggalan sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

"Apa yang kami lakukan hasil monitoring kami di sekitar Semeru dan juga kami juga masih melakukan pemetaan pendetailan peta kawasan rawan bahaya gunung api yang saat ini masih berproses, dan juga ada tim lain," Andiani menandaskan.