Sukses

5 Fakta Terkait Rumah Dinas Wakil Ketua DPRD Riau Diserang 10 Preman

Liputan6.com, Jakarta Sebanyak 10 orang diduga preman membuat keributan di rumah dinas Wakil Ketua DPRD Riau, Agung Nugroho, Senin malam, 29 November kemarin. Agung mengaku saat itu dirinya baru saja pulang dari masjid setelah salat isya.  

"Saya baru pulang dari masjid lalu main sama anak, tiba-tiba ada 10 orang berbadan besar, preman, ribut di rumah saya," jelas politikus Partai Demokrat ini. 

Tak lama berselang, rumah mantan pembalap nasional itu pun dipenuhi aparat dari Polda Riau untuk mengusut tuntas penyerangan yang diduga dilakukan oleh 10 preman.

Hasilnya, pada hari yang sama rumah Agung Nugroho diserang, di hari itu pula tujuh preman di antaranya berhasil ditangkap. 

Lalu apa motif penyerangan para pelaku ke rumah dinas Wakil Ketua DPRD Riau, Agung Nugroho? Berikut sederet faktanya dihimpun Liputan6.com

2 dari 6 halaman

1. Penyerangan Dilakukan Malam Hari

Rumah dinas Wakil Ketua DPRD Riau, Agung Nugroho, mendadak ramai didatangi polisi pada Senin malam, 29 November 2021. Polisi berseragam dinas dan pakaian sipil, baik itu dari Polda Riau ataupun Polresta Pekanbaru datang ke rumah Agung Nugroho.

Tak jauh dari pagar, mantan pebalap nasional itu berbincang serius dengan sejumlah polisi.

Tak lama berselang, Kepala Polresta Pekanbaru Komisaris Pria Budi datang. Perwira menengah ini langsung masuk menemui dan berbincang dengan Agung Nugroho.

Beberapa menit kemudian, Agung meninggalkan rumah menaiki sebuah mobil yang sudah menunggu di luar pagar.

"Ini mau ke Polda Riau melaporkan," kata Agung kepada wartawan.

Sebelumnya Agung menjelaskan, setelah salat isya memang ada keributan di rumahnya karena ulah 10 pria diduga preman. 

"Saya baru pulang dari masjid lalu main sama anak, tiba-tiba ada 10 orang berbadan besar, preman, ribut di rumah saya," jelas Agung.

Orang-orang tadi ketika datang, cerita Agung, langsung menggedor-gedor pagar dan ribut dengan sekuriti yang menjaga rumah dinas tersebut. Sempat pula terjadi perkelahian.

"Ada kontak fisik, mereka bilang mana Agung, mana Agung," ingat Agung.

 

3 dari 6 halaman

2. Teriak Meminta Agung Keluar

Orang-orang tadi juga berteriak agar Agung keluar. Hal ini membuat anak-anak Agung yang mendengarkan teriakan tadi ketakutan, begitu juga dengan keluarganya.

"Yang jelas anak-anak takut di dalam," jelas mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Pekanbaru ini.

Agung mengaku tahu siapa pihak yang membuat keributan di rumahnya itu karena sudah memprediksi akan kejadian ini. Dia juga mengenal para pelaku termasuk apa yang menjadi motif terjadinya keributan.

"Saya sudah tahu apa tapi nanti saja saya ceritakan di Polda karena mereka menyebutkan identitasnya," jelas Agung.

Sementara itu, Komisaris Besar Pria Budi menyiagakan sejumlah anggotanya usai keributan di lokasi. Ini sebagai antisipasi agar tidak ada kejadian serupa.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Agung untuk mencari tahu siapa (pelaku)," ucap Budi.

Pria menyatakan tengah mencari siapa saja 10 orang yang membuat keributan di rumah Agung. "Selain standby di rumah ini, kami juga cari pelakunya," tegas Pria.

 

4 dari 6 halaman

3. 7 Pelaku Penyerangan Ditangkap

Masih di hari yang sama, tujuh pelaku penyerangan rumah dinas politikus Partai Demokrat itu diamankan. Hal ini belakangan dibenarkan Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto. 

"Tadi malam langsung diamankan, beberapa jam usai kejadian," kata Sunarto, Selasa siang, 30 November 2021.

Sunarto menyebut masih ada beberapa orang yang dalam pencarian. Pasalnya, Agung Nugroho dalam laporannya menyebut ada 10 orang diduga preman yang datang dan membuat keributan di rumah dinasnya.

"Yang lain masih didalami," kata Sunarto.

 

5 dari 6 halaman

4. Belum Ada Tersangka

Sementara itu, Sunarto menyebut tujuh orang yang ditangkap belum ditetapkan sebagai tersangka.

"Polisi punya waktu 1x24 jam," jelas Sunarto.

Sunarto belum mengungkap apa motif penyerangan rumah Agung Nugroho ini. Dia menyebut penyidik masih memeriksa tujuh orang tak disebutkan identitasnya itu.

"Dari tadi malam masih diperiksa intensif," ujar Sunarto.

 

6 dari 6 halaman

5. Dugaan Motif Penyerangan

Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto belum mendapatkan apa pun terkait motif ketujuh pelaku yang membuat onar di rumah Agung Nugroho. Pasalnya, para pelaku masih diperiksa intensif sejak tertangkap di Jalan Harapan Raya Pekanbaru.

Sunarto menyebut satu pelaku merupakan pegawai negeri sipil (PNS), sisanya pekerja swasta. Pelaku PNS ini berinisial Za, selanjutnya Re, Zi, An, Ap, Ir dan No.

"Mereka tertangkap beberapa jam setelah Agung membuat laporan ke Polda Riau," sebut Sunarto, Selasa siang, 30 November 2021.

Sunarto belum bisa memastikan apakah pengancaman dan penyerangan di rumah dinas Wakil Ketua DPRD Riau itu terkait musyawarah daerah (Musda) Partai Demokrat Riau.

"Kalau itu, belum sampai ke sana karena masih diperiksa sampai sekarang," kata Sunarto.

Sebagai informasi, Musda Demokrat Riau yang digelar pada 30 November 2021 memang panas. Apalagi menjelang Musda dilaksanakan karena Ketua Partai Demokrat saat ini, Asri Auzar, masa jabatannya hingga tahun 2022.

Asri sendiri tidak datang di Musda yang diselenggarakan di sebuah hotel di Jalan Soekarno-Hatta itu. Musda sempat memanas karena ada kubu yang menolak dan menuding ada pihak yang ingin segera menjadi Ketua Demokrat Riau.

Sementara itu, hasil pleno sejumlah petinggi Demokrat Riau sudah menjaring sejumlah nama sebagai calon ketua. Hasilnya, Agung Nugroho terpilih sebagai calon tunggal secara aklamasi.

 

Muhammad Fikram Hakim Suladi