Demokrat: Usulan Jusuf Kalla Maju Jadi Calon Ketum PBNU Usulan Pribadi Kader, Tidak Mewakil Partai

Herzaky menegaskan, partainya menghormati Khittah NU 1926 Nahdlatul Ulama sebagai salah satu pilar kekuatan Islam moderat terbesar di Indonesia, dan tidak mau mencampuri urusan internal NU.

Diterbitkan 16 November 2021, 14:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta

 

Jalin Hubungan Baik

Partai Demokrat, baik sebagai organisasi maupun kader-kadernya secara individu, menurut Herzaky memiliki hubungan baik dengan NU, baik ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengemban amanah sebagai Presiden Republik Indonesia ke-6, maupun saat partainya berada di luar pemerintahan dan dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono. 

"Bahkan, banyak dari kader Demokrat sendiri yang merupakan warga NU," ucap Herzaky.

Kegaduhan antara Demokrat dan NU bermula saat petinggi Partai Demokrat, Syahrial Nasution menganggap sosok Jusuf Kalla layak menahkodai ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut. Menurutnya, mantan Wakil Presiden itu dapat membesarkan NU lantaran memiliki segudang pengalaman dalam memimpin organisasi.

Pernyataan itu digubris soal sejumlah tokoh NU. Salah satunya Wakil Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) DKI Jakarta, KH Taufik Damas yang bilang supaya Jusuf Kalla lebih baik menjadi Ketua Umum Partai Demokrat ketimbang Ketum PBNU.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6