Sukses

Resmikan Renovasi Masjid Istiqlal, Jokowi: Bukan untuk Gagah-gagahan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan Masjid Istiqlal tampak seperti baru dan berubah total, pasca direnovasi. Dia menekankan Masjid Istiqlal yang didirikan 42 tahub lalu merupakan kebanggan seluruh masyarakat Indonesia.

"Renovasi masjid Istiqlal agar menjadi semakin megah bukan untuk gagah-gagahan. Bukan hanya menjadi kebanggaan umat Islam, tapi juga menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia," kata Jokowi saat meresmikan Masjid Istiqlal Jakarta Pusat, ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (7/1/2021).

Untuk merenovasi Masjid Istiqlal, pemerintah menggelontorkan anggaran negara sebanyak Rp 511 miliar. Hasilnya, masjid terbesar di Indonesia ini menjadi lebih tertata rapi, megah, dan modern.

"Landscapenya ditata ulang menjadi indah dan semakin kelihatan tertata rapi. Lantainya juga saya lihat sudah 3 kali, lebih berkliau. Tata cahayanya juga diganti sangat modern dan indah dan sungai yang membelah Istiqlal juga semakin bersih dan rapi," jelas Jokowi.

Menurut dia, proses renovasi Istiqlal bukan hanya memaksimalkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah. Namun, juga memperhatikan aspek arsitektur, seni, dan estetika.

"Yang tidak kalah penting, tetap memperhatikan kadiah-kaidah cagar budaya bangunan masjid," ucapnya.

 

2 dari 3 halaman

Tingkatkan Iman dan Takwa

Jokowi berharap Masjid Istiqlal bukan sekadar megah secara fisik, tetap dapat meningkatkan iman dan takwa masyarakat. Dia ingin Masjid Istiqlal menjadi percontohan untuk masjid-masjid di negara lain.

"Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Masjid Istiqlal harus menjadi contoh dari masjid-masjid negara lain di dunia dalam mengembankan syiar islam yang menyejukkan, yang membangun toleransi dan membangun perdamaian," tutur Jokowi.

Sebagai catatan, Masjid Istiqlal merupakan buah karya arsitek Friedrich Silaban yang proses pembangunannya memakan waktu hingga 17 tahun sejak 1961. Pelaksanaan renovasi masjid Istiqlal dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya selama 300 hari kalender melalui Kontrak Tahun Jamak (2019-2020) atau sekitar 10 bulan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: