Sukses

Cuitan Jokowi soal Dukungan Bank Dunia Terhadap Omnibus Law Viral

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunggah cuitan tentang dukungan Bank Dunia terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja. Cuitan itupun menjadi viral.

Cuitan itupun disukai 9.820 warganet, di-retweet hingga 2.854 kali, dan menuai respons 1.800 komentar hingga pukul 08.45 WIB.

Tak hanya itu, tagar Bank Dunia masuk dalam trending topic di Twitter sejak Jumat malam.

Dalam cuitannya, Jokowi menyebut Bank Dunia mendukung lahirnya beleid tersebut untuk kemajuan Indonesia.

"Undang-Undang Cipta Kerja adalah upaya reformasi besar untuk menjadikan Indonesia lebih kompetitif," ini kata Bank Dunia," tulis Jokowi dalam akun Twitter pribadinya, seperti dilihat Liputan6.com, Sabtu (17/10/2020).

Sebelumnya, dalam pernyataan resmi Bank Dunia mendukung Pemerintah Indonesia terkait dengan diterbitkannya Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.

“Bank Dunia berkomitmen untuk bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dalam reformasi- reformasi ini, menuju pemulihan ekonomi dan masa depan yang lebih baik untuk seluruh masyarakat Indonesia,” tulis Bank Dunia dalam keterangan resmi, Jumat (16/10/2020).

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Reformasi Besar?

Bank Dunia menilai, UU Cipta Kerja ini merupakan upaya reformasi besar untuk menjadikan Indonesia lebih kompetitif. Di sisi lain, UU ini dapat mendukung pemulihan ekonomi dan pertumbuhan jangka panjang yang tangguh di Indonesia.

“Dengan menghapus berbagai pembatasan besar pada investasi dan memberikan sinyal bahwa Indonesia terbuka untuk bisnis, hal ini dapat membantu menarik investor, menciptakan lapangan kerja, dan membantu Indonesia memerangi kemiskinan,” kata Bank Dunia.

Selanjutnya, Bank Dunia menekankan pentingnya implementasi dari UU Cipta Kerja ini secara konsisten. Yakni melalui peraturan pelaksanaan yang kuat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: