Sukses

Ragam Tanggapan Terkait Mundurnya Febri Diansyah dari KPK

Liputan6.com, Jakarta - Febri Diansyah resmi mundur dari jabatannya sebagai Kepala Biro Hubungan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK pun menetapkan pejabat pengganti untuk mengisi jabatan yang diisi oleh Febri Diansyah.

"KPK menghargai dan menghormati apa yang sudah menjadi keputusannya. Pimpinan akan memilih pejabat pelaksana/plt yang akan menduduki posisi Kabiro Humas sampai terpilih pejabat definitif melalui mekanisme proses seleksi," tulis Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, dalam keterangan resmi diterima, Jumat (25/9/2020).

Mundurnya Febri pun menuai beragam tanggapan. Salah satunya dari mantan Pimpinan KPK Laode M Syarif. Laode menyayangkan Febri yang memilih mundur.

"Pengunduran diri Febri Diansyah dari KPK perlu disesalkan karena dia merupakan salah satu aset KPK yang penting dalam menjaga marwah dan martabat KPK," ujar Laode.

Tak hanya Laode, penyidik senior KPK Novel Baswedan juga buka suara soal mundurnya Febri. Menurut dia, mundurnya Febri tidak sesuai dengan harapan.

Berikut beragam tanggapan mundurnya Febri Diansyah dari jabatannya sebagai Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK dihimpun Liputan6.com:

 

2 dari 6 halaman

Laode M Syarif

Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif menyayangkan pengunduran diri Febri Diansyah dari lembaga antirasuah itu. Adapun Febri disebut telah menyerahkan surat pengunduran dirinya sejak 18 September 2020.

"Pengunduran diri Febri Diansyah dari KPK perlu disesalkan karena dia merupakan salah satu aset KPK yang penting dalam menjaga marwah dan martabat KPK," ujar Laode kepada wartawan, Kamis, 24 September 2020.

Menurut dia, Febri bukan sekadar pegawai KPK namun juga wajah dari lembaga itu selama 5 tahun terakhir. Febri diketahui pernah menjabat sebagai Juru Bicara KPK di masa kepemimpinan Agus Rahardjo.

Kendati begitu, dia menghargai keputusan Febri. Laode meyakini Febri Diansyah akan tetap berjuang memberantas korupsi meski tak lagi berada di KPK.

"Saya sangat yakin dimanapun dia berada pasti akan selalu berjuang dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi, karena DNA Febri Diansyah adalah anti-korupsi," jelas Laode.

 

3 dari 6 halaman

Novel Baswedan

Penyidik senior KPK Novel Baswedan, buka suara soal mundurnya Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.

"Saya kira semua kawan-kawan yang serius memberantas korupsi tidak suka dengan keadaan yang seperti tidak ada harapan pemberantasan korupsi," kata Novel saar dikonfirmasi awak media, Jumat (25/9/2020).

Namun begitu, Novel meyakini, masih akan tetap bertahan di KPK dan belum tahu kapan mengikuti jejak Febri Diansyah untuk mundur dari lembaga antirasuah tersebut.

"Saya belum bisa jawab pertanyaan itu, itu memang sulit, tentu sepanjang harapan itu masih ada, akan ditunggu," ujar Novel.

Novel berharap, KPK dapat berbenah usai langkah tegas Febri. Meski demikian harapnya tidak mudah terwujud.

"Walaupun sekarang semakin menipis, tapi semoga situasi itu segera berubah," Novel menandasi.

 

4 dari 6 halaman

Nawawi Pomolango

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengaku sempat berbincang dengan eks Jubir KPK Febri Diansyah terkait pengunduran dirinya dari lembaga antirasuah itu.

"Mungkin saya orang pertama yang diajak bicara Mas Febri soal keinginannya untuk resign," tutur Nawawi lewat pesan singkat.

Menurut Nawawi, pembicaraan tersebut dilakukan di ruang kerjanya sebelum surat permohonan pengunduran diri Febri diajukan.

"Meski berat bagi saya kehilangan sahabat berdiskusi, tapi saya harus menghormati sikap yang tetap diambil Mas Febri," kata dia.

Nawawi yakin, Febri telah memikirkan dengan matang niatannya tersebut. Febri dinilai akan tetap melakukan hal yang terbaik untuk KPK, meski tidak lagi bekerja di sana.

"Pada baris akhir surat permohonan mundurnya dia menulis, dia tak pernah keluar dari KPK dalam artian yang sebenarnya, semangatnya masih berada bersama lembaga ini," ucap Nawawi menandaskan.

 

5 dari 6 halaman

Ali Fikri

KPK menghargai keputusan eks juru bicara lembaga antirasuah Febri Diansyah untuk mundur sebagai pegawai.

KPK pun menetapkan pejabat pengganti untuk mengisi jabatan Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK yang ditinggalkan Febri.

"KPK menghargai dan menghormati apa yang sudah menjadi keputusannya. Pimpinan akan memilih pejabat pelaksana/plt yang akan menduduki posisi Kabiro Humas sampai terpilih pejabat definitif melalui mekanisme proses seleksi," tulis Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, dalam keterangan resmi diterima.

Terkait alasan mundurnya Febri, lanjut Ali, KPK juga menghargai sudut pandang tersebut. Sebelumnya, Febri mengatakan, situasi di KPK sudah tidak senada dengan napas perjuangan pemberantasan rasuah dalam dirinya.

"Ya kami juga menghormati tentang penilaiannya terhadap KPK saat ini, kami juga harap tentu sekalipun nantinya berada di luar KPK, (Febri Diansyah) akan tetap bersama KPK melakukan upaya pemberantasan korupsi di negri yang kita cintai ini," jelas Ali.

Ali menyatakan, mundurnya Febri tidak akan mengganggu jalannya program pencegahan dan pemberantasan korupsi. Menurut Ali semua masih berjalan sesuai prosedur dan jadwal yang sudah dicanangkan.

"Sejauh ini beberapa agenda serta program pencegahan dan pemberantasan korupsi yang sudah direncanakan sebelumnya berjalan seperti biasa," Ali menandasi.

6 dari 6 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: