Bahan Peledak Bom Bali dari Luar Negeri

Kabaghumas Mabes Polri Irjen Saleh Saaf memastikan semua bahan peledak di Bali dipasok dari luar negeri, karena memang tidak tersedia di dalam negeri.

Diterbitkan 18 Oktober 2002, 00:07 WIB
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Misteri peledakan di Bali mulai terkuak. Markas Besar Polri mengaku sudah menemukan sejumlah barang bukti baru, yakni komponen dan detonator bom. Dengan barang bukti ini, polisi dipastikan sudah dapat mengindentifikasi lokasi awal terjadinya ledakan. Demikian keterangan yang disampaikan Kepala Bagian Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Saleh Saaf, Rabu (16/10), di Jakarta.

Menurut Saleh Saaf, dengan penyelidikan menggunakan "Ion Scan Cyber 2000" dapat diindentifikasi komponen bahan peledak dalam bom tersebut, yaitu RDX (Cyclotrimethylenetrinitramine) dan TNT (Trinitroluene). Komponen yang dilengkapi detonator ini ditemukan di sebuah motor yang diparkir di Kafe Sari Club dan Paddy`s Club. Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri juga menemukan plastik leizer yang digunakan membungkus bom. Saleh Saaf memastikan semua bahan ini dipasok dari luar negeri karena tidak bisa didapatkan di dalam negeri [baca: Hamzah Yakin Pengebom Bali Bukan Orang Indonesia].

Dengan penemuan baru ini, menurut Saleh, akan memperkuat bantahan bahwa Polri kecolongan dalam kasus peledakan di Bali. Sebab, polisi memang tak mungkin memeriksa semua kendaraan yang melintas di jalan raya untuk memastikan keberadaan bom di mobil. "Saat ini tugas polisi tinggal berkonsentrasi mencari pengebom Sari Club dan Paddy`s Club," ujar Saleh Saaf [baca: Kapolri: Belum Ada Kelompok Tersangka Kasus Bali].

Tim Labfor Mabes Polri yang dibantu Tim Forensik Australia, Jepang, dan Singapura, saat ini masih membersihkan bekas kebakaran di kedua kafe tersebut. Dalam kesempatan ini, polisi menemukan sejumlah serpihan daging manusia korban peledakan. Serpihan manusia yang ditemukan antara lain berupa potongan tangan dan tubuh.

Proses penyelidikan dan pencarian korban awalnya mengalami sedikit hambatan. Sebab, aliran listrik di dua kafe tersebut mati. Untuk memudahkan penyidikan, Perusahaan Listrik Negara Denpasar memasang instalasi kabel dengan mengganti kabel-kabel yang rusak. Diperkirakan, dalam waktu satu-dua hari, aliran listrik di bekas lokasi kebakaran dapat segera berfungsi. PLN juga akan mengganti kabel di beberapa tiang, khususnya untuk aliran ke rumah dan hotel di sekitar Kuta yang ikut hangus terbakar akibat ledakan bom.

Lima hari setelah ledakan di Legian, isu bom kembali merebak di Denpasar. Warga setempat geger karena ditemukannya sebuah tong besi yang diikat dengan rantai di sebuah tiang listrik. Tong itu berada tepat di depan sebuah show room mobil milik Riyanto di Jalan Gatot Subroto 17 Denpasar. Seorang saksi mata mengaku melihat dua orang lelaki yang mengendarai sepeda motor mengikat tong itu ke tiang listrik.

Kepada SCTV Riyanto mengaku sangat kaget melihat sebuah tong berdiameter 30 sentimeter diikat dengan rantai dalam posisi terkunci. Ia menduga tong tersebut berisi bom. Untuk memastikan isi tong, Riyanto langsung menghubungi Polres Badung. Tak lama kemudian, personel Satuan Gegana dan Brigadir Mobil langsung datang ke lokasi. Mereka mengidentifikasi isi tong tersebut. Namun, hingga berita ini ditulis, belum bisa dipastikan isi tong tersebut, bom atau bukan.(ULF/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6