Sukses

Cegah Antrean Penumpang KRL di Stasiun Bogor, Bus Bantuan Ditambah Jadi 150 Unit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menyiapkan skema mengurai kepadatan di Stasiun Bogor guna mencegah penularan Covid-19. Skema tersebut berupa penambahan armada bus untuk mengangkut calon penumpang kereta rel listrik (KRL) setiap hari Senin dan Jumat.

Penambahan armada bus bantuan dari Kementerian Perhubungan dan Pemprov DKI Jakarta ini menyusul dua penumpang KRL terkonfirmasi positif Covid-19. Adanya kasus baru ini membuat pemerintah mengurungkan rencananya yang akan menambah jumlah kapasitas penumpang di dalam gerbong.

"Atas dasar ini pula belum memungkinkan untuk menambah kapasitas penumpang yang sekarang masih dibatasi 35 persen," ujar Wali Kota Bogor Bima Arya, Jumat (10/7/2020.

Rencana tersebut sempat dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menpan RB Tito Karnavian, Menparekraf Wishnutama, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kamis malam 9 Juli 2020.

"Saat rapat video conference dinyatakan bahwa situasi di stasiun maupun dalam kereta masih belum aman, makanya rencana itu ditunda dulu dan pakai skema lain. Dan terbukti kembali ditemukannya pengguna KRL positif Covid-19," ujar Bima Arya.

Ada beberapa upaya lain untuk mengurai kepadatan hingga terjadi antrean panjang di pintu masuk stasiun. Pertama, menambah jadwal keberangkatan KRL.

"Ada dua jadwal yang berangkat lebih pagi dari Stasiun Bogor menuju Jakarta, yakni di jam 03.15 dan 03.30 WIB setiap harinya," ujar Bima.

Kedua, menambah armada dari 50 unit bus menjadi 150 unit. Ratusan bus tersebut disiapkan untuk mengangkut penumpang setia moda transportasi massal KRL commuterline mulai Senin 20 Juli 2020.

"150 bus itu 75 unit dari Kemenhub dan 75 unit dari Pemprov DKI Jakarta. 10 bus di antaranya akan berangkat dari Pool bus Damri di samping Botani Square. Selebihnya, 140 bus berangkat dari Stasiun Bogor," terang Bima.

 

2 dari 3 halaman

Diharapkan tak ada lagi antrean

Bus gratis dari Stasiun Bogor untuk mengangkut penumpang hingga kawasan Jalan Sudirman, Tanah Abang, Juanda, Manggarai, dan Tebet. Sementara bus yang diberangkatkan dari Pool Damri tujuannya ke kawasan Jalan Sudirman dan Jalan Juanda.

Menurutnya, bantuan 150 unit bus ini diharapkan tidak akan terjadi lagi antrean panjang di Stasiun Bogor. Masyarakat juga diminta untuk menggunakan bus tersebut apabila kondisi stasiun mulai padat.

"Hitung-hitungan kami, lonjakan penumpang Senin pagi bisa dicairkan kalau busnya ditambah. 150 bus ini masing-masing bisa angkut 40 penumpang. Kalau 1 bus angkut 40 orang berarti ada sekitar 6.000-an penumpang yang bisa terangkut," jelasnya.

Selain stasiun, tempat transportasi umum seperti terminal bus juga dilakukan pencegahan penyebaran Covid-19. Para calon penumpang yang akan melakukan perjalanan menggunakan bus dilakukan pemeriksaan tes swab.

"Upayanya kita lakukan langkah antisipatif dan preventif menggencarkan swab tes. Hari ini di Terminal Baranangsiang disediakan 200 alat tes," kata politisi PAN.

Bima juga menekankan kepada unsur perangkat terminal, masyarakat di sekitar (pedagang), sopir, dan penumpang mengikuti protokol kesehatan sesuai kebijakan Pemkot Bogor.

Kemudian, melakukan pengaturan secara ketat sistem antrean dan membatasi jumlah penumpang bus di terminal maupun di agen-agen bus antar provinsi.

"Kalau tidak, ini jadi klaster baru penularan baru Covid-19," ujar Bima. 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: