Sukses

KPAI Usul Internet Gratis hingga Jam Belajar Pendek untuk Sekolah Online

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan sejumlah catatan terkait pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi Covid-19. Selama ini, para siswa belajar dari rumah secara online atau dalam jaringan (daring).

Beberapa persoalan yang dialami siswa selama belajar dari rumah adalah kuota data untuk akses internet dan beban tugas sekolah. 

Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan, pihaknya telah memberikan beberapa masukan kepada pemerintah terkait kendalam belajar di masa pandemi Covid-19 ini, mulai dari menggratiskan akses internet hingga memperpendek jam belajar.

Retno menyatakkan, KPAI telah melakukan rapat koordinasi bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag) terkait evaluasi pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.

“Kami juga kirim surat, KPAI bersurat ke Presiden terkait bagaimana evaluasi PJJ dan perbaikan PJJ ketika kondisi sekolah belum dibuka dan PJJ akan diperpanjang,” ujar Retno di Komisi X DPR, Kamis (25/6/2020).

KPAI, lanjut Retno, memberikan sejumlah rekomendasi dalam pelaksanaan belajar daring. Salah satunya agar internet digratiskan di jam belajar siswa.

“Menggratiskan internet. Ini kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Kemkominfo, itu juga dengan Pak Presiden tentunya dalam rapat terbatas. Karena kami mendukungnya karena ini jadi masalah juga. Dan penggratisan internet ini kami dorong adalah pada jam-jam PJJ saja, yaitu Senin sampai Jumat. Mungkin jamnya bisa 5-6 jam sehari,” ujarnya.

Selain itu, KPAI juga meminta agar jam belajar daring di rumah diperpendek. “Jam belajar kami dorong untuk diperpendek. PJJ bukan memindahkan sekolah ke rumah, tapi sebaiknya menyusun jam belajar jadi efektif,” tandasnya.

2 dari 3 halaman

Keluhan Masyarakat

Sebelumnya, KPAI mengklaim dalam seminggu menerima 250 aduan terkait pembelajaran jarak jauh. KPAI juga telah melakukan survei terhadap 1.700 siswa dan 62 guru terkait metode pembelajaran jarak jauh yang telah berlangsung.

Retno menyebut, kuota internet menjadi salah satu masalah yang sering dikeluhkan masyarakat, apalagi bagi orangtua siswa yang ekonominya terdampak pandemi. 

Selain itu, masalah lain adalah sebanyak 79,9 siswa mengeluhkan minimnya interaksi dengan guru dalam pembelajaran daring. “Anak-anak juga merasa beban tugas untuk mereka terlalu berat,” kata Retno.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: