Sukses

Top 3 News: Dianggap Meremehkan Wabah Corona, Youtuber Indira Kalistha Minta Maaf

Liputan6.com, Jakarta Top 3 news hari ini mengungkap salah satu Youtuber Tanah Air yang kembali menuai sorotan di tengah pandemi Corona.

Hasil wawancara Indira Kalistha dalam video bertajuk "Indira Kalistha Pertama Kali Diwawancara Serius #GritteBukaPraktek" dinilai menuai kontroversi oleh banyak pihak karena dianggap telah meremehkan wabah Corona Covid-19. 

Belakangan Youtuber muda ini telah meminta maaf kepada publik lewat konten video di kanal Deddy Corbuzier. 

"Aku mau minta maaf sama semuanya, aku nggak tahu omongan aku bakal jadi kayak gini, aku sama sekali bukan untuk ngeremehin tenaga medis, nggak," kata Indira Kalistha sambil berlinang air mata dalam video yang diunggah pada Sabtu, 16 Mei 2020. 

Berita Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang berencana melakukan relaksasi ekonomi usai penerapan PSBB di wilayahnya yang akan segera berakhir, juga banyak mendapat sorotan.

19 Mei 2020 merupakan batas akhir pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Jabar. Kang Emil begitu sapaan karibnya, akan segera mengevaluasi wilayah mana saja yang bisa relaksasi dan daerah mana yang masih patut diwaspadai. 

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkap kondisi Ibu Kota pasca terjadinya pandemi Covid-19.

Menurutnya, usai PSBB dilongkarkan akan mengubah cara pandang dalam bekerja dan cara menyusun tata kota. 

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com, sepanjang Sabtu, 16 Mei 2020:

2 dari 5 halaman

1. Pesan Kominfo ke Youtuber Indira Kalistha Terkait Corona

Youtuber Indira Kalistha sedang  ramai jadi perbincangan jagat maya terkait sikap kontroversialnya seputar menghadapi virus Corona atau Covid-19. Netizen menilai seleb muda itu meremehkan pandemi dan tidak berempati terhadap ribuan korban meninggal.

Video ini menuai komentar negatif netizen lantaran Indira Kalistha dianggap terkesan menyepelekan wabah Corona Covid-19.

"Aku jarang pakai masker. Kalau sheet mask aku pakai tiap hari. Kalau masker yang udara-udara gitu aku enggak pakai, kecuali kayak ditegur gitu baru pakai. Tapi kalau enggak ditegur kita lepas lagi," kata Indira dalam video tersebut.

Indira Kalistha juga merasa pemberitaan kasus Corona cenderung berlebihan.

Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) melalui akun Instagram @kemenkominfo langsung memberikan pesan dan imbauan tidak lama usai kasus tersebut muncul. Isinya sebagai berikut:

"Hai #SobatKom, masih ingatkan dengan imbauan untuk menggunakan masker saat harus keluar rumah? Tentunya #SobatKom juga masih menjaga kesehatan dengan sering-sering Cuci Tangan Pakai Sabun kan? hehe

 

Selengkapnya...

3 dari 5 halaman

2. PSBB Jabar Segera Berakhir, Ridwan Kamil Akan Putuskan Wilayah yang Bisa Relaksasi

Gubernur Jawa Barat sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Ridwan Kami mengatakan, pihaknya akan melakukan rapat evaluasi terkait pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

PSBB di Provinsi Jawa Barat diketahui telah berlangsung sejak 6 Mei dan akan berakhir pada 19 Mei 2020 mendatang. Rapat evaluasi nantinya akan menentukan nasib relaksasi pasca-pelaksanaan PSBB.

"Kita akan melakukan sebuah rapat evaluasi. Mana-mana yang bisa direlaksasi, mana yang tidak," ucap pria yang akrab disapa Kang Emil dalam sebuah video saat conference pers BNPB, Sabtu (16/5/2020).

Dia menuturkan, banyak wilayah di Jawa Barat yang sudah terkendali setelah PSBB diterapkan.

"Sementara per hari ini setelah PSBB Provinsi dilakukan, kita menemukan wilayah Jawa Barat yang perlu diwaspadai hanya 37%. Berarti 63% masuk dalam rentang aman dan terkendali," ungkap Emil.

 

Selengkapnya...

4 dari 5 halaman

3. Anies Baswedan: Pembangunan Jakarta Usai Covid-19 Akan Bergeser ke Transit Oriented

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeber kondisi ibukota pasca terjadinya pandemi Covid-19 kelak. Menurut dia, Jakarta post-pandemi adalah kota yang bergantung pada teknologi digital. Bahkan menjadi gaya hidup sehari-hari dari warganya.

Adanya pandemi ini, kata Anies juga menyadarkan bahwa ekonomi yang sejalan dengan lingkungan atau ekonomi hijau (green economy) merupakan sesuatu yang penting.

"Kita menyaksikan Jakarta yang langitnya biru, Jakarta yang polusinya rendah itu untuk saat ini sangat terasa. Jadi pada satu sisi kita ada krisis, di sisi lain kita menyaksikan inilah test of the future," ungkap Anies dalam sebuah diskusi online, Sabtu (16/5/2020).

Anies menerangkan, masa depan Jakarta pasca pengetatan atau pelonggaran usai PSBB akan banyak yang mengubah cara pandang dalam bekerja dan juga cara menyusun tata kota.

 

Selengkapnya...

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: