Sukses

6 Sekolah dan 3 Ribu Rumah di Kabupaten Bandung Terendam Banjir

Liputan6.com, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyatakan banjir yang menerjang lima kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang terjadi sejak Kamis (23/1/2020) telah menyebabkan enam sekolah, 3.744 unit rumah, dan 20 tempat ibadah terendam air.

"Perkembangan terbaru per hari ini hingga malam ini, kerugian materil banjir di Kabupaten Bandung berupa 3.744 rumah terendam, kemudian enam sekolah terendam dan 20 tempat ibadah terendam," kata kata Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi Jawa Barat Budi Budiman Wahyu di Bandung, Sabtu (25/1/2020) seperti dikutip dari Antara.

Dia mengatakan jumlah warga terdampak banjir yang menerjang Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Rancaekek dan Kecamatan Majalaya bertambah menjadi 20.387 jiwa atau 6.404 kepala keluarga. Juga menyebabkan 227 jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

"Warga mengungsi di sejumlah titik, kami mencatat ada enam titik lokasi pengungsian yakni Aula Desa Dayeuhkolot, Gedung Inkanas dan empat masjid," kata dia.

2 dari 3 halaman

Curah Hujan Tinggi

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat Supriyatno mengatakan, curah hujan yang tinggi selama tiga hari berturut-turut menjadi salah satu faktor penyebab banjir di lima kecamatan di Kabupaten Bandung.

"Banjir di lima kecamatan, yaitu Bojongsoang, Dayeuhkolot, Baleendah, Rancaekek dan Majalaya, disebabkan karena tiga hari berturut-turut curah hujan di wilayah tersebut 551 mm per hari. Ini yang menyebabkan banjir, dan ketinggian banjir variasi dari 10 sentimeter hingga 1,6 meter," kata Supriyatno.

BPBD berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk bahu-membahu dalam penanganan bencana banjir kali ini, mulai dari komunitas kebencanaan dan kemanusiaan, media, sampai pihak swasta.

"Penanganan kebencanaan ini urusan bersama. Saya berharap kepada semua pihak, terutama relawan, media, pemerintah dan swasta bersinergi. Mudah-mudahan bencana tidak berulang dan tidak ada lagi," katanya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Nostalgia Baladewa Lewat Lantunan Mahakarya Dewa 19
Artikel Selanjutnya
Asyik Bermain di Pinggir Parit Saat Hujan Deras, 2 Bocah Terseret Arus