Sukses

Diakhir Masa Jabatan, Menaker Hanif Kenalkan Budaya Kerja 5S

Liputan6.com, Jakarta Seluruh pegawai dan mitra kerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkumpul di halaman kantor Kemnaker, Jumat (18/10). Mereka berkumpul untuk melepas Hanif Dhakiri karena masa jabatan sebagai Menteri Ketenagakerjaan berakhir. 

Dalam acara tersebut, Hanif berpesan agar semua pegawai dan mitra kerja Kemnaker selalu komitmen, setia, dan loyal terhadap Pancasila dan NKRI.

"Jangan pernah lelah mencintai Indonesia," pesan Menaker kepada Pegawai dan Mitra Kerja Kemnaker pada acara Kick Off 5S.

Menurut Hanif, Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai suku, bangsa, dan agama. Untuk itu, persatuan dan kesatuan adalah modal utama Indonesia untuk bekerja dan berkarya menuju negara yang maju dan sejahtera.

"Kita harus maju dan berkembang sebagai sebuah Bhineka Tunggal Ika," kata Hanif.

Hanif pun menyampaikan rasa senang dan bangganya telah menjadi bagian dari Keluarga Besar Kemnaker. Bersama seluruh pegawai dan Mitra Kerja, Kemnaker telah mencapai sejumlah prestasi. Salah satunya, predikat WTP dari BPK atas laporan keuangan Kemnaker dalam tiga tahun terakhir.

"Dan saya senang menjadi bagian darinya karena ternyata kita bisa bersama-bersama bergerak maju," katanya.

Hanif juga berpesan, siapa pun yang menjadi menaker selanjutnya, harus mendapat dukungan dari seluruh pegawai dan mitra kerja. Kemnaker harus selalu bekerja dengan penuh kreativitas, inovasi, dan terobosan, agar kinerjanya dapat dirasakan masyarakat.

Selain itu, agar Kemnaker selalu tumbuh menjadi lebih baik, Hanif menilai perlu adanya paramater daya saing. Kemajuan yang dicapai Kemnaker harus dikomparasikan dengan kemajuan capaian kinerja kementerian atau lembaga lain.

"Oleh karena itu kita harus maju dan lebih cepat dari yang lain. Jangan sampai kita maju, tetapi kompetitor kita juga jauh lebih maju."

Kick Off 5S merupakan rangkaian dari kegiatan Penerapan dan Penilaian 5S di lingkungan Kemnaker. 5S adalah gabungan 5 kata dari Bahasa Jepang, yaitu Seiri (Sisih), Seiton (Susun), Seiso (Sasap), Seiketsu (Sosoh), dan Shitsuke (Suluh). 5S merupakan budaya kerja yang berkembang di Jepang dan sudah banyak diterapkan di sebagian besar perindustrian seluruh dunia.

"Ini adalah prinsip untuk menciptakan lingkungan kerja yang rapi, bersih, yang berdampak terhadap sikap kerja produktif," terang Hanif. 

Menurut Hanif, penerapan 5S secara efektif dapat memberikan manfaat bagi unit kerja secara visual maupun fungsional. Di mana akan berdampak terhadap peningkatan produktivitas, kualitas, efisiensi biaya dan waktu, moral karyawan dan mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kerja serta dampak lingkungan lainnya.

"Nanti dalam proses berjalannya akan dilakukan sosialisasi kepada pegawai dan seluruh mitra kerja, dan hari ini kita lakukan kick off," ujarnya.

Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemnaker, Bambang Satrio Lelono, menambahkan, Kick Off 5S berlangsung dari September hingga November 2019. Kegiatan ini meliputi tahap sosialisasi, tahap penerapan, tahap penilaian, dan tahap pagelaran.

"Melalui berbagai rangkaian kegiatan Pelaksanaan Penilaian dan Penerapan 5S ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian Pegawai terhadap 5S," kata Bambang.

Kick Off ini sendiri merupakan bagian dari komitmen bersama unit kerja Kemnaker dalam menerapkan 5S di lingkungan Kemnaker.

"Untuk itu, mulai saat ini, kami mengajak kepada seluruh karyawan di lingkungan Kemnaker agar selalu menjaga kebersihan dan kelestarian tempat kerjanya," jelasnya. 

 

(*)

Loading
Artikel Selanjutnya
Indonesia dan Korea Segera Perbarui MoU Penempatan PMI di Korea
Artikel Selanjutnya
Menaker Ida Fauziyah: Pembangunan SDM Perlu Sinergitas Pusat dan Daerah