Sukses

Jelang Purna Tugas, Wapres Jusuf Kalla Akan Fokus Beribadah

Liputan6.com, Jakarta - Tinggal dalam hitungan hari, Jusuf Kalla menjabat jadi Wakil Presiden RI. Dia mengatakan, Minggu 20 Oktober dia bakal melepas tanggung jawab memimpin negara.

Dia mengatakan, akan mengisi waktunya untuk lebih fokus beribadah.

"Insyallah hari Minggu itu hari bebaslah, kemudian. Bebas artinya waktu banyak beribadah banyak waktu untuk fastabiqul khairat. Jadi syarat turut serta fastabiqul khairat ini kan harapan kita semua," kata Jusuf Kalla saat meresmikan Masjid At-Tanwir di Gedung Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2019).

Pada peresemian tersebut JK juga berterima kasih kepada Muhammadiyah yang telah bekerja sama dengan baik dengan pemerintah. Dia berharap, Muhammadiyah bisa membangun masjid lebih banyak.

"Karena Muhammadiyah, fastabiqul khairat (berlomba-lombalah berbuat kebajikan), ya lomba-lombalah untuk menyelesaikan mesjid ini," ungkap Jusuf Kalla.

Pada 20 Oktober 2019, Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo atau Jokowi-Ma'ruf Amin akan dilantik di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat. Pelantikan tersebut akan dimulai pada pukul 14.00 WIB.

2 dari 2 halaman

Gaji Pensiun

Menjelang purna tugas, Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima kunjungan Direktur Utama PT Taspen Iqbal Latanro dan jajarannya. Iqbal memberikan layanan proaktif kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla berupa penyerahan manfaat Tabungan Hari Tua (THT) dan pensiun.

Sebagai Pejabat Negara dan merupakan peserta Taspen, Wapres JK memperoleh manfaat program THT dan pensiun sebagai penghargaan atas jasa dan dedikasi dalam mengabdi kepada Negara. 

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden Jusuf Kalla sangat mengapresiasi Layanan proaktif Taspen sehingga akan memudahkan peserta Taspen dalam mendapatkan manfaatnya.

"Sekali lagi saya menyampaikan terima kasih kepada Pak Iqbal dan kawan-kawan semoga kita semua selalu di berikan kesehatan," ucap Jusuf Kalla.

 

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka

Loading
Artikel Selanjutnya
Ada Wacana UN Dihapuskan, JK Singgung Buruknya Mutu Pendidikan
Artikel Selanjutnya
Cerita JK soal Kualitas Pendidikan Indonesia