Sukses

Kualitas Udara Berbahaya, Ibu Hamil di Jambi Dilarang Keluar Rumah

Liputan6.com, Jambi - Pemerintah Kota Jambi mengambil kebijakan untuk meliburkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang sedang hamil di lingkup pemerintah kota.

Keputusan ini diambil akibat kabut asap yang semakin pekat dan menyebabkan kualitas udara dalam kategori berbahaya.

"ASN atau PTT ibu hamil di lingkup Pemerintah Kota Jambi diliburkan selama tiga hari, mulai dari 23 hingga 25 September 2019," kata Juru Bicara Kota Jambi, Abu Bakar seperti dilansir dari Antara, Senin (23/9/2019).

Kebijakan pemerintah kota itu diambil dengan berpedoman pada maklumat Wali Kota Jambi nomor: 180/179 /HKU/2019, tentang antisipasi dampak kabut asap. Serta berdasarkan hasil koordinasi DLHD Kota Jambi dan Dinas Kesehatan Kota Jambi, terkait dampak udara terhadap kesehatan ibu hamil.

Selain itu, kepada sektor swasta dalam kota itu juga diimbau memberikan dispensasi libur bagi karyawannya yang sedang dalam kondisi hamil, dengan masa libur yang sama.

"Kebijakan ini akan disesuaikan seperlunya dengan memperhatikan kondisi udara sebagaimana amanat dalam maklumat dimaksud," ucap Abu Bakar.

Sementara itu, berdasarkan rilis ISPU yang dikeluarkan oleh pemerintah kota itu, pada Minggu 22 September 2019 nilai konsentrasi ISPU dengan parameter partikulat PM 2.5 berada dinilai 969, artinya kualitas udara kota itu berada dalam kategori berbahaya.

2 dari 3 halaman

Langit Merah di Jambi

Sebelumnya, warga di empat desa yang berada di wilayah Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, dihebohkan dengan fenomena kabut asap pekat. Akibat kabut asap itu, desa tersebut gelap bagai menjelang malam pada siang hari, Sabtu (21/9/2019).

"Iya betul siang hari ini dari jam 11.00 sampai 13.00 WIB cuaca gelap seperti menjelang malam hari, banyak warga yang menghidupkan lampu di rumah," kata Fitriyani, salah seorang warga di Desa Pematang Raman, Kumpeh, Muaro Jambi, Jambi dihubungi Liputan6.com.

Foto dan video kondisi cuaca gelap yang beredar di media sosial pun menurut dia, sama persis dengan kondisi di desanya.

Fitri mengatakan, ada empat desa yang kondisi cuacanya gelap pada siang hari. Keempat desa itu adalah Desa Pulo Mentaro, Puding, Betung dan Pematang Raman. Warga di empat desa itu, katanya, lebih banyak memilih beraktivitas di dalam rumah dan belum ingin mengungsi.

"Apa yang terjadi di kampung ini, padahal ini masih siang kondisinya bukan maghrib, ini tidak ada rekayasa atau editan," kata dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Jelang Sidang Kasus Korupsi, Zumi Zola Titip Doa untuk Istri yang Berulang Tahun
Artikel Selanjutnya
PODCAST Health: Lindungi Diri dari Dampak Kabut Asap