Soal Ibu Kota Baru, Kesultanan Kutai Kartanegara: Semoga Adat Istiadat Tak Terpinggirkan

Kesultanan Kutai Kartanegara berharap pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur tak membuat adat istiadat dan tradisi kesultanan jadi terpinggirkan.

Diterbitkan 29 Agustus 2019, 08:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Fokus, Jakarta - Rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur  diharapkan tidak membuat adat istiadat dan tradisi di tanah Kesultanan Kutai ing Martadipura menjadi terpinggirkan. Hal itu disampaikan pihak kesultanan.  

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Kamis (29/8/2019), Kesultanan Kutai ing Martadipura di Kota Raja Tenggarong, Kutai Kartanegara, kaya akan adat istiadat dan tradisi yang masih terus dipelihara hingga kini.

Salah satunya adalah upacara Erau yang rutin digelar setiap tahun. Upacara Erau yang memiliki makna riuh atau suka cita merupakan upacara peringatan Tijak Tanah atau Injak Tanah Aji Batara Agung Dewa saksi dan saat penobatannya menjadi raja kutai kartanegara pertama. 

Tradisi upacara Erau yang selalu dihadiri oleh raja-raja di seluruh nusantara, pertama dilaksanakan sekitar tahun 1300.

Terkait pemindahan ibu kota, pihak kesultanan berharap tidak berdampak pada tradisi budaya setempat karena paparan modernitas dan kesibukan warga akibat menjadi pusat pemerintahan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6