Sukses

Mengeluh Sakit, Romahurmuziy Dibantarkan ke RS Polri

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romi dibantarkan ke RS Polri Kramat Jati. Pembantaran dilakukan lantaran Romi mengeluh sakit sejak ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Yang bersangkutan (Romi) sedang dalam proses pembantaran di RS Polri sejak 2 April 2019," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (4/4/2019).

Febri mengatakan, selama proses pembantaran, maka masa tahanan Romi tak dihitung.

Sementara itu, dua tersangka lain dalam kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kemenag ini diperpanjang masa penahanannya oleh lembaga antirasuah. Mereka adalah Kakanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi.

"Perpanjangan selama 20 hari dimulai dari 4 April 2019 hingga 24 April 2019," kata Febri.

Dalam kasus ini KPK menetapkan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi sebagai tersangka kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Romahurmuziy diduga menerima suap sebesar Rp 300 juta terkait seleksi jabatan di lingkungan Kemenag tahun 2018-2019.

Selain Romahurmuziy KPK juga menetapkan dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin (HRS). Keduanya diduga menyuap Romi agar mendapatkan jabatan di Kemenag.

2 dari 2 halaman

Sekongkol denga Internal Kemenag

KPK menemukan bahwa Romi tak hanya bermain pada proses jual beli jabatan di Kanwil Kemenag Jawa Timur. KPK mengaku menerima banyak laporan bahwa Romi bermain di banyak daerah. KPK pun berjanji akan mendalami hal tersebut.

Dalam memainkan pengisian jabatan di Kemenag, Romi dibantu pihak internal Kemenag. KPK pun sudah mengantongi nama oknum tersebut. Hanya saja lembaga antirasuah masih menutup rapat siapa oknum tersebut.

KPK juga sudah menggeledah beberapa ruangan di Kemenag. Salah satunya ruangan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. KPK menenukan uang Rp 180 juta dan USD 30 ribu saat menggeledah ruang kerja Lukman yang merupakan kader di partai yang dipimpin Romi.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Jelang Natal, Eks Buron Korupsi Lahan Negara Dapat Penangguhan Penahanan
Artikel Selanjutnya
Belum Ada Tersangka, Penyidikan 2 Kasus Korupsi Proyek DAK di Sulsel Melunak?