Sukses

JK: Jangan Khawatirkan Kemampuan Insinyur Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK menegaskan tidak perlu mengkhawatirkan kemampuan orang Indonesia. Sebab setelah tahun 2005 bandara di Indonesia dibangun para insinyur dalam negeri.

"Tidak perlu mengkhawatirkan kemampuan manusia Indonesia. Harus kontraktor Indonesia, arsiteknya juga harus arsitek Indonesia," kata JK dalam pembukaan Munas Gapensi Yang Ke XIV di Jakarta Convention Center, Kamis (14/3/2019).

"Maka mulailah bandara-bandara yang oleh kita sendiri, dan tanpa penyelesaian. Tidak sesulit apa yang dibayangkan, semua itu karena dorongan dan aturan jelas dalam membuat hal tersebut," lanjut JK.

Tidak hanya bandara yang dibangun para kontraktor serta insinyur dalam negeri, proyek LRT juga akan diusahakan dengan perusahaan-perusahaan nasional.

"Tapi semua itu nanti pada waktunya. Nanti menteri PU tentu memberikan batasan batasan tapi waktu kita semuanya tentu menjadi bagian dari pada upaya upaya untuk fokus seperti saat ini," kata JK.

JK juga meminta kepada para kontraktor di Indonesia agar bekerja lebih baik dan profesional. Sebab itu akan terhindar dari jeratan korupsi.

"Memang bukan kesalahan kontraktornya saja, tapi yang punya proyek apa itu bupati apakah itu gubernurnya dan melibatkan tentu pihak kontraktor. Sehingga kita harus bekerja lebih baik lagi, untuk tidak terlibat tersebut diatas," kata JK.

 

2 dari 2 halaman

Modal Utama Konstruksi

JK juga mengatakan seluruh peralatan dapat dibeli. Namun modal utama kontruksi yaitu insiyurnya.

"Insyinyurnya, kemampuannya, kemampuan logistiknya, dan quality control-nya. Itulah menjadi bagian dari kita semua," kata JK

"Pengalaman kita semua apabila bekerja fokus dengan keahlian maka kontraktornya yang dicari. Kalau mengandalkan lobi, maka habis uang di lobi," ujar JK.

Reporter: Intan Umbari Prihatin

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

Ini Pesan Jokowi Untuk Pengguna MRT
Loading
Artikel Selanjutnya
JK Akui Reformasi Birokrasi Belum Berjalan Baik Akibat Korupsi
Artikel Selanjutnya
Komentar JK soal 25 Persen Pendukung Prabowo Tak Percaya KPU