Sukses

Ingatkan Persatuan Bangsa, Jokowi Cerita Kejatuhan Afganistan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan pentingnya persatuan. Dia menceritakan soal pesan istri Presiden Afganistan Ashraf Gani, Rula Ghani. Cerita itu disampaikan saat pembukaan musyawarah nasional dan konferensi besar Nahdlatul Ulama di Banjar, Jawa Barat.

Kepada Jokowi, Rula Ghani menjelaskan bagaimana Afganistan pernah memiliki deposit minyak dan gas terbesar di dunia. Sekitar 40 tahun saat masa jayanya. Kondisi Afganistan ketika itu damai.

"Saya nyetir mobil di Kota Kabul itu aman tenteram tidak ada masalah," kata Jokowi menuturkan kembali ucapan Rula Ghani di Ponpes Miftahul Huda Al-Azhar, Banjar, Jawa Barat, Rabu (27/2/2019).

Masa kemakmuran Afganistan berkahir karena konflik antara dua suku. Padahal, kata Jokowi, Afganistan hanya memiliki tujuh suku, berbeda dengan Indonesia memiliki 700 suku. Dua suku itu masing-masing bawa paham dari luar ke dalam negeri.

"Akhirnya perang, dan 40 tahun tidak selesai. Sulit. Sangat sulit untuk didamaikan kembali," kata Jokowi.

2 dari 2 halaman

Hati-Hati Atasi Konflik

Karena itu, Jokowi menyampaikan pesan Rula Ghani. Indonesia harus berhati-hati supaya tidak ada konflik sekecil apapun.

"Presiden Jokowi, hati-hati, jangan sampai ada konflik sekecil apapun di negaramu, cepat selesaikan, cepat dirukunkan kembali, cepat dirampungkan, ukhuwah persaudaraan adalah hal yang sangat penting," kata Rula Ghani, dituturkan Jokowi.

"Ukhuwah Islamiyah ukhuwah wathoniyah, ukhuwah insaniyah penting semuanya, disampaikan sambil menitikkan air mata," imbuh Jokowi.

Jokowi berpesan kepada warga nahdliyin supaya urusan pilpres tidak sampai memecah belah bangsa.

"Hati hati kalau ada rasa seperti itu. Saya mengajak, untuk menjaga ukhuwah kita. Ukhuwah wahyoniyah kita. Sesuai dengan tema Munas kali ini," tutup mantan gubernur DKI Jakarta itu.

 

Reporter: Ahda Bayhaqi

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading