Sukses

Polisi Duga Prostitusi di Kalibata City Libatkan Orang Dalam Apartemen

Liputan6.com, Jakarta - Jajaran Polda Metro Jaya mengamankan tiga muncikari yang diduga mengelola bisnis prostitusi anak bawah umur di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Pengungkapan kasus ini merupakan kesekian kalinya dibongkar kepolisian.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan, pengungkapan ini atas laporan masyarakat. Tak menutup kemungkinan ada pihak di struktur organisasi sosial di Kalibata City yang terlibat.

"Mungkin nanti kami masih mendalami, tidak menutup kemungkinan oknum dari struktur sosial ini sendiri misalkan satpam, atau RT, tapi nanti ya hasil pemeriksaan nanti siang," kata Nico di Polda Metro Jaya, Rabu (8/8/2018).

Mantan Kapolrestabes Medan ini mengingatkan, kepada siapapun pejabat di Kalibata City yang diberikan tugas dapat bertanggung jawab.

"Kalau misalkan dia tidak bisa ya sudah mundur, diberikan ke orang lain. Karena ada iuran yang diambil, maka orang yang menjabat ini mendapatkan semacam uang untuk operasional yang memang disepakati oleh masyarakat," kata Nico.

Nico menegaskan, tak menutup kemungkinan akan memeriksa pihak Apartemen Kalibata City.

"Kami mintai pertanggungjawaban. Apakah memang dia mengetahui. Kan ada sewa bulanan, beda dengan sewa harian. Kalau pemilik sewakan harian ada indikasi dia melanggar peraturan. Ada indikasi dia mengetahui terhadap pelacuran ini bisa kena," pungkasnya.

 

2 dari 2 halaman

Modus

Berdasarkan informasi yang diterima, dalam kasus prostitusi anak itu ada tiga pelaku yang diringkus yaitu SBR, TM dan RMV. Ketiganya diringkus pada Kamis 2 Agustus. Dari mereka, disita uang sebesar Rp 1 juta yang diduga hasil transaksi dari PSK G dan KH.

Informasi dari Subdit Renakta Polda Metro Jaya, tersangka SBR membuka aplikasi Beetalk dan menawarkan dengan menulis OPEN BO/Booking Out. Ia menerima pesanan perempuan yang dapat memuaskan seksual.

Apabila ada yang berminat memakai jasa seks komersial, SBR langsung menjelaskan mekanismenya dengan terlebih dahulu dengan memberikan nomor Whattsapp untuk chating dengan si calon pelanggan.

Dia kemudian memberikan foto perempuan yang ditawarkan berikut tarifnya. Rata-rata, untuk sekali main ongkosnya berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

Apabila ada tamu yang berminat, antara muncikari dengan tamu kemudian bertemu di taman salah satu tower di kompleks apartemen itu. Setelah tamu bertemu serta cocok dengan perempuan dan harganya kemudian SBR mendapatkan imbalan dari sekitar Rp 50 ribu.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Polisi Bongkar Kasus Prostitusi Berkedok Kawin Kontrak di Puncak Bogor
Artikel Selanjutnya
Prostitusi Anak di Kelapa Gading, 5 Tersangka Tertangkap hingga Modus Berikan Utang