Kota Ilaga Masih Mencekam

Perang antar dua kubu pendukung calon bupati di Kota Ilaga, Puncak, Papua, masih berlangsung. Warga menggunakan alat perang masih berada di sudut Kota Ilaga.

Diterbitkan 09 Oktober 2011, 10:43 WIB
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Puncak: Situasi Kota Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, masih mencekam. Perang antar dua kubu pendukung calon bupati di Kota Ilaga, hingga Ahad (9/10) masih berlangsung. Warga menggunakan alat perang masih berada di sudut Kota Ilaga. Seluruh aktivitas perkantoran dan fasilitas umum lain juga masih tutup.

Melihat situasi yang tak aman ini, penjabat Bupati Puncak Reky Ambrauw beserta TNI dan Polri sempat berencana mengadakan mediasi perdamaian. Namun rencana ini gagal akibat korban jiwa masih bertambah. Situasi ini mengakibatkan salah satu kubu yang menjadi korban semakin marah. Seperti kemarin, bocah perempuan berusia 13 tahun tewas terkena anak panah [baca: Bocah Perempuan di Ilaga Tewas Terkena Panah].

Kisruh pemilukada pada pemilihan bupati definitif pertama di Kabupaten Puncak terjadi sejak 31 Juli silam. Saat itu kubu pasangan Simon Alom bentrok melawan pasangan Elvis Tabuni.

Bentrok dipicu dualisme Surat Keputusan partai pengusung yaitu Partai Gerakan Indonesia Raya. Dari data yang diperoleh di lapangan sejak terjadi bentrokan Juli silam hingga sekarang mengakibatkan 27 orang tewas. Puluhan lainnya luka-luka serta beberapa mobil dan rumah dinas dibakar [baca: Polisi Periksa Delapan Saksi Bentrokan Ilaga].(AIS)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6