Pemprov Jakarta Siapkan Pelatihan Bahasa bagi Calon Pekerja Luar Negeri

Pencari kerja akan dibantu untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki pasar kerja internasional.

Diterbitkan 22 Oktober 2026, 14:17 WIB
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemprov DKI sediakan pelatihan bahasa bagi warga yang ingin bekerja di luar negeri.
  • Pelatihan akan dilakukan via Mobile Training Center untuk tujuan seperti Singapura dan Jepang.
  • Program ini diharapkan dapat membantu menekan tingkat pengangguran terbuka di Jakarta.

Liputan6.com, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta bakal menyediakan pelatihan bahasa bagi warga Jakarta ingin bekerja di luar negeri. Pencari kerja akan dibantu untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki pasar kerja internasional.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, pelatihan tersebut akan diterapkan lewat Mobile Training Center. Dia berharap program pelatihan dapat membantu warga mempelajari bahasa dibutuhkan untuk bekerja di sejumlah negara tujuan.

"Jakarta akan memberikan pelatihan bahasa bagi orang yang ingin bekerja di luar negeri melalui Mobile Training Center," kata Pramono di Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026, Convention Hall SMESCO, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Dia menyebut sejumlah negara dan wilayah menjadi tujuan warga untuk bekerja, di antaranya Singapura, Jepang, negara-negara Timur Tengah, Taiwan, dan Hong Kong.

Menurut Pramono, kemampuan bahasa menjadi salah satu tantangan yang perlu dipersiapkan warga ketika ingin bekerja di luar negeri. Karena itu, pelatihan bahasa diharapkan bisa membantu mereka menghadapi kebutuhan tersebut.

 

Program Masih Dikaji

Kendati begitu, Pramono belum merinci kapan pelatihan lewat Mobile Training Center bakal diluncurkan. Dia meminta Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta untuk segera menginformasikan program tersebut secara luas.

Selain membuka peluang kerja di luar negeri, Pramono menegaskan bahwa Jakarta juga terbuka bagi siapa pun yang ingin mencari pekerjaan di ibu kota, termasuk warga yang tidak ber-KTP Jakarta.

“Jakarta selalu membuka diri bagi siapa pun mencari kerja, bagi siapa pun. Dan kami tidak pernah melihat, membatasi apakah itu KTP Jakarta atau bukan KTP Jakarta,” ujar dia.

Pramono juga berharap upaya memperluas akses terhadap pekerjaan dapat membantu menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jakarta. Dia menyebut TPT Jakarta berada di angka 5,79 persen dan berharap angka tersebut bisa turun menjadi 3,5 persen.

“Saya berharap Pak Kepala Dinas segera bisa turun di angka 3,5 persen, karena bagaimanapun Jakarta bisa menjadi role model bagi daerah-daerah lain,” tandas dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6