Pesawat Tempur TNI Mendarat di Tol Probolinggo

Ruas tol yang digunakan untuk pendaratan pesawat tempur TNI memiliki lebar 24 meter.

Jadi intinya...
  • TNI AU uji pendaratan pesawat tempur di Tol Paspro untuk landasan alternatif.
  • Uji coba ini menguji kesiapan operasional dan pemanfaatan infrastruktur jalan.
  • Jalan tol hanya digunakan situasional sebagai landasan alternatif, prioritas publik.

Liputan6.com, Jakarta - TNI Angkatan Udara (TNI AU) menguji kemampuan pendaratan dan lepas landas pesawat tempur di ruas Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro), Jawa Timur.

Uji coba di kilometer 834 hingga kilometer 837+500 itu dilakukan untuk menyiapkan jalan tol sebagai landasan alternatif dalam mendukung operasi udara.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono mengatakan uji coba tersebut bertujuan menguji kesiapan operasional sekaligus kemampuan TNI AU memanfaatkan infrastruktur jalan sebagai landasan alternatif dalam kondisi tertentu.

"Uji coba ini merupakan bagian dari upaya TNI AU untuk menguji kesiapan operasional serta kemampuan kami memanfaatkan infrastruktur daerah, terutama jalan tol sebagai landasan alternatif dalam mendukung operasi udara," kata Tonny di Probolinggo, Kamis.

Uji coba tersebut melibatkan dua pesawat Embraer EMB-314 Super Tucano yang bermarkas di Pangkalan TNI AU (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang, serta dua jet tempur F-16 Fighting Falcon dari Lanud Iswahjudi, Madiun. Ruas tol yang digunakan memiliki lebar 24 meter.

Tonny menjelaskan, kegiatan itu merupakan uji coba kedua setelah sebelumnya dilaksanakan di ruas Tol Terbanggi Besar, Lampung, pada 11 Februari 2026.

Ia menegaskan, pemanfaatan jalan tol sebagai landasan alternatif hanya dilakukan secara terbatas dan situasional. Fungsi utama jalan tol sebagai sarana transportasi masyarakat, keselamatan pengguna jalan, dan kepentingan publik tetap menjadi prioritas.

"Misalnya kami sudah tidak bisa menggunakan lagi landasan atau bandara atau pangkalan udara untuk digunakan kepentingan operasi penerbangan, maka kami dapat memanfaatkan jalan tol atau infrastruktur daerah sebagai landasan alternatif atau alternate runway bagi operasi penerbangan," ujarnya.

 

Sejumlah Jalan Tol Dipertimbangkan untuk Pendaratan

Selain Tol Paspro, TNI AU telah mengidentifikasi sejumlah ruas jalan tol lain yang berpotensi digunakan untuk uji coba.

Ruas tersebut antara lain Tol Cibinong-Cilincing serta rencana pembangunan jalan tol di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Ke depan, kami akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dalam pembangunan dan pemetaan jalan tol agar sejumlah ruas yang memenuhi persyaratan untuk dapat disiapkan sebagai landasan alternatif demi mendukung operasi udara," kata Tonny.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6