Sukses

Sandiaga Minta RT Perhatikan Warga yang Baru Pulang dari Suriah

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan pemprov tengah memperbarui data-data warga DKI Jakarta. Data-data itu termasuk data warga yang baru saja kembali dari Suriah.

"Data-data yang paling kita tunggu yaitu data warga yang baru pulang dari Suriah," kata Sandiaga di Balai Kota Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Sandiaga meminta Ketua RT, RW, dan Lembaga Masyarakat Kelurahan (LMK) untuk mengawasi atau memberi perhatian khusus pergerakan warga yang baru pulang dari Suriah. Ini guna meningkatkan kewaspadaan usai rangkaian teror di Depok, Surabaya, Sidoarjo dan Riau.

"Harus diberikan perhatian khusus tanpa mendiskriminasi," ucap Sandiaga Uno.

Pemprov DKI tengah menyandingkan data-data penduduk DKI dengan data yang dimiliki kepolisian. Selain itu, pemprov akan melengkapi data-data di Dukcapil dan Jakarta Smart City, dengan face recognation.

"Ini untuk memastikan wilayah ter-update dengan data-data terbaru agar dapat dianalisis sehingga kita ada pola predictive policy," kata Sandiaga Uno.

1 dari 2 halaman

Rentetan Teror

Sebelumnya, serangan bertubi-tubi dilancarkan kepada penegak hukum. Teror demi teror terjadi pascatragedi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Selasa 8 Mei 2018 malam, kerusuhan pecah di blok-blok yang dikhususkan untuk napi terorisme Rutan Salemba cabang Mako Brimob. Lima polisi dan satu napi meninggal dunia dalam tragedi itu. Satu polisi lainnya ditawan para napi.

Polisi juga telah mengamankan dua orang dan dua ditembak mati di Bekasi. Mereka diduga anggota jaringan Jamaat Ansharut Daulat (JAD). Keempatnya diduga hendak menuju Mako Brimob sebagai reaksi atas terjadinya kericuhan, pada Kamis, 10 Mei dini hari.

Jumat 11 Mei, anggota Brimob Bripka Marhum Prencje tewas ditusuk di halaman kantor Intelmob, Kelapa Dua, Depok.

Dua perempuan, bernama Dita Siska Milenia dan Siska Nur Azizah, diamankan di depan Mako Brimob, lantaran diduga hendak membantu terduga teroris dan melakukan penyerangan, pada Sabtu 12 Mei. Keduanya berangkat dari Bandung pada Jumat (11/5/2018), untuk mencari informasi narapidana di Mako Brimob dan berencana menyusup ke dalam.

Minggu pagi, bom meledak di tiga gereja di Surabaya, Santa Maria, GKI Wonokromo, dan GPPS Sawahan. Sebanyak 18 orang meninggal dalam teror ini. Pengeboman ini melibatkan satu anggota keluarga.

Malamnya, bom meledak di sebuah unit di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo. Lima orang meninggal karenanya. Kelimanya pun merupakan satu keluarga.

Tak berhenti di situ, Senin 14 Mei, bom meledak di Mapolrestabes Surabaya. Empat pelakunya meninggal.

Teror kembali dilancarkan oleh kelompok yang diduga terafiliasi dengan ISIS. Rabu (16/5/2018), lima orang meneror Mapolda Riau. Salah satu di antaranya menusuk seorang polisi dengan samurai. 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Artikel Selanjutnya
Lepas Saham Perusahaan Bir, Sandiaga: Kita Ingin Deviden Halalan Toyiban
Artikel Selanjutnya
Sandiaga Luncurkan Aplikasi Parkir Online LAPAKO, Apa Itu?