Sukses

Bicara di Forum FPCI, Prabowo Mengaku Grogi

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto memenuhi undangan Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal dalam acara Conference of Indonesia Foreign Policy. Prabowo mengaku merasa grogi bicara di hadapan pemuda.

"Saya sebetulnya merasa benar-benar agak grogi, karena saya harus bicara di forum ini. Tapi karena diperintah Pak Dino, jadi saya akan laksanakan tugas yang diberikan kepada saya," kata Prabowo di The Kasablanka, Jakarta, Sabtu (21/10/2017).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyebut setiap orang harus mengerti apa bertujuan bernegara. Begitu juga pemerntah pun harus tahu.

"Kita harus ngerti tujuan bernegara itu apa. Kita harus sepakat tujuan seluruh pemerintah di dunia itu bernegara mencari keamanan dan kesejahtetaan bersama," kata dia.

Prabowo menuturkan, pemerintah sebagai pihak yang menjalankan negara harus mewujudkan rasa aman dan kesejahteraan. Jika tidak ada, maka bisa disebut negara gagal.

"Kalau negara tidak bisa beri keamanan dan kesejahteraan bersama, kalau negara tidak bisa beri keamanan dan kesejahteraan, sesungguhnya harus kita akui negara itu tidak berhasil alias gagal," tandas Prabowo.

 

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Penghormatan untuk ASEAN

Pada kesempatan tersebut, Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengajak hadirin memberikan penghormatan untuk ASEAN.

Bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Khairy Jamaluddin, Dekan Kebijakan Publik Universitas Lee Kuan Yew Singpura Kishore Mahbubani, Dino mengajak hadirin berdiri dan bertepuk tangan sekitar satu menit.

"Saya mohon untuk semuanya berdiri dan memberikan tepuk tangan selama satu menit, untuk menghormati 50 tahun ASEAN," ucap Dino.

Hadirin pun tepuk tangan. Sejarah perjalanan ASEAN pun ditayangkan di layar lebar, mulai berdiri hingga sekarang berusia 50 tahun.

Usai memberikan penghormatan, Dino pun memberikan ucapan selamat kepada ASEAN. Dia menyebut banyak tantangan yang harus dihadapi negara-negara anggota ke depan.

Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) didirikan pada 2014 sebagai organisasi non-politik independen yang fokus pada hubungan internasional.

FPCI organisasi kebijakan luar negeri pertama yang menggabungkan mahasiswa, dosen, instansi pemerintah, korps diplomatik, organisasi internasional, masyarakat sipil, komunitas bisnis, think tank, jurnalis, dan masyarakat umum ke dalam komunitas besar peminat kebijakan luar negeri.

Loading