Sukses

Lembaga Survei Ini Raih Rekor Tertepat Quick Count Hasil Pilkada

Liputan6.com, Jakarta - Pemilu langsung di Indonesia sudah dimulai sejak 13 tahun lalu. Sejak itu pula, bermunculan lembaga survei yang melakukan hitung cepat atau quick count pada pilkada. Rupanya, ada lembaga survei yang pernah memecahkan rekor hitung cepat dengan hasil penghitungan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD).

Ahli riset dan peneliti dari UGM Sunarto Ciptoharjono, melakukan riset digital dan menemukan hasil bahwa ada rekor proses hitung cepat paling akurat yang pernah terjadi dengan selisihnya 0.00 persen dibandingkan hasil akhir KPUD.

"Ini artinya quick count yang merekor sejarah itu tak meleset sekecil apapun, alias identik persis dengan hasil KPUD," kata Sunarto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/2/2017).

Seperti diketahui, quick count dilaksanakan dan diumumkan hasilnya di hari pencoblosan. Sedangkan, hasil resmi KPUD umumnya diumumkan dua minggu setelah pilkada.

Itu terjadi dalam pilkada di Sumbawa tahun 2010. Lembaga survei yang melakukan hitung cepat adalah Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dan sudah diakui dalam rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai rekor quick count dengan selisih terkecil.

Rekor ini juga sudah diverifikasi dan dilegalkan dalam rekor MURI. Selain itu, penghitungan LSI ini juga menyabet rekor publikasi survei headline koran nasional halaman 1 sebanyak 10 kali berturut-turut, dan rekor sebagai konsultan politik yang memenangkan pemilu presiden tiga kali berturut turut. Semuanya diakui oleh MURI.

"Ke depan, mungkin LSI Denny JA perlu ke kancah dunia seperti Guiness Book of Record. Sangat mungkin rekor nasional yang diperolehnya juga adalah rekor dunia untuk kategori itu," ucap Sunarto.