Guruh: Akar Rumput Ingin Perubahan di PDIP

"Akar rumput kebanyakan ingin perubahan, tapi mereka dari kelompok status quo mendorong Mega untuk terus tampil," kata Ketua DPP PDIP Guruh Soekarnoputra.

Diterbitkan 04 Februari 2010, 17:17 WIB
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Massa akar rumput menginginkan perubahan sehingga sejumlah ranting menolak pencalonan tunggal Megawati Sukarnoputri pada kongres nanti. "Akar rumput kebanyakan ingin perubahan, tapi mereka dari kelompok status quo mendorong Mega untuk terus tampil," ungkap Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Guruh Soekarnoputra di Jakarta, Kamis (4/2).

Guruh mengakui secara formal posisi status quo lebih kuat. Namun secara informal kelompok arus perubahan lebih kuat apalagi didukung sebagian besar massa akar rumput. "Kondisi yang terjadi di PDIP saat ini, mirip seperti Soeharto yang terus didorong maju untuk ketujuh kalinya, walaupun beliau sudah mengisyaratkan untuk mundur," katanya.

Lebih lanjut Guruh mengatakan, Surat Keputusan DPP No 435/KPTS/DPP/XI/2009 tentang pedoman pencalonan nama ketua umum melalui pelaksanaan rapat Pengurus Anak Cabang, Konfercab, Konferda dan Kongres III PDIP itu harus dicabut karena bertentangan dengan AD/ART partai. "Saya mendapat laporan, banyak PAC yang ditekan untuk hanya mengusulkan Mega," katanya.

Ketika ditanya kemungkinan rekayasa itu untuk memuluskan langkah Puan Maharani menggantikan Mega, Guruh mengatakan, adalah sebuah kesalahan besar atau blunder jika Puan menggantikan Megawati. Sebab menghadapi pemilu 2014, faktor perempuan menjadi sulit bersaing di Indonesia. "Masyarakat Indonesia belum sepenuhnya menerima wanita sebagai presiden," katanya.

Bahkan Guruh mengaku popularitasnya bisa mengalahkan Puan. "Kalau Puan binti Taufiq Kiemas, tetapi Guruh itu bin Soekarno," tegas putra bungsu mantan Presiden Soekarno itu. Kalau keinginan membuat perubahan di PDIP tak terwujud, Guruh mengisyaratkan membuat partai baru. "Partai itu hanya alat mencapai tujuan kalau alatnya rusak dan tak bisa diperbaiki lagi, ya harus diganti," katanya.(ANT)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6