Top 3: Sosok Terduga Penabur Sianida yang Tidak Ikut Tes Kejiwaan

Terduga kuat penabur racun sianida di gelas es kopi Vietnam yang diminum Mirna, yaitu Jessica Wongso, Rangga Dwi Saputra, dan Agus Triono.

Diterbitkan 19 Agustus 2016, 18:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) kasus kematian Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso ada empat potential suspect atau terduga kuat penabur racun sianida di gelas es kopi Vietnam yang diminum Mirna. Namun terduga yang diperiksa Tim Psikiater Forensik dari RSCM hanya tiga orang.

Hingga malam hari ini berita tersebut paling banyak menyita perhatian pembaca Liputan6.com di kanal News, Jumat (19/8/2016).

Berita lainnya yang juga tak kalah populer ada kisah kasih Jessica Wongso yang terungkap dalam persidangan dan alasan Jessica yang menerima tawaran wawancara di seluruh stasiun televisi sebelum mendekam di balik jeruji.

Berikut berita populer selengkapnya yang terangkum dalam Top 3 News;

1. Satu Terduga Penabur Sianida Tidak Ikut Tes Kejiwaan, Siapa?

Jessica Kumala Wongso saat mendengarkan saksi ahli Dokter Psikiatri, Natalia Widiasih di PN Jakarta Pusat, Kamis,(18/8). Saksi ahli telah melakukan 5 tahap pemeriksaan kejiwaan Jessica dengan metode multiaksial diagnosis. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Ada empat potential suspect atau terduga kuat penabur racun sianida di gelas es kopi Vietnam yang diminum Mirna.

Namun nyatanya hanya tiga yang menjalani pemeriksaan kejiwaan, yakni Jessica Wongso, pembuat kopi Rangga Dwi Saputra, dan pengantar kopi Agus Triono.

Menanggapi hal tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ardito Muwardi mengaku tidak tahu kenapa ada empat potential suspect yang tertulis di BAP. Dia menduga, ada kesalahan tulis jumlah di BAP itu.

Siapa satu potential suspect lagi yang tak diuji tes kejiwaan?

Selengkapnya...

2. Patah Hati, Bunuh Diri, dan Tangisan Jessica Wongso

Jessica Kumala Wongso. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Ahli psikiatri forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Natalia Widiasih Raharjanti  membeberkan adanya perubahan kepribadian Jessica. Perubahan terjadi setelah Jessica patah hati karena putus dengan pacarnya di Australia.

"Kalau kita pelajari dari pola relasi, transkrip SMS dan e-mail, memang perubahan pada Januari, setelah (Jessica) putus (dengan pacarnya). Sebelumnya, semua rekan kerjanya bilang Jessica sangat baik, ramah pada orang lain, tak pernah lihat ada yang salah. Baru kaget pas (Jessica) masuk rumah sakit, marah, (ini) ada hubungannya dengan putus pacar," beber Natalia.

Kepada Natalia, Kristie Louise Carter bercerita bahwa Jessica adalah orang yang profesional dalam hal pekerjaan, tapi Jessica sangat tertutup.

Jaksa penuntut umum (JPU) Sandy Handika lalu mengonfirmasi ungkapan hati Jessica yang dikatakan kepada Kristie saat Jessica dirawat di RS Royal Prince Alfred. Jessica marah karena diperlakukan seperti pembunuh oleh pihak rumah sakit dan kepolisian setempat.

Jessica berujar kepada Kristie, jika ia memiliki niat membunuh, dia mengetahui cara menggunakan pistol dan meracuni orang.

Selengkapnya...

3. Alasan Jessica Wongso Berkeliling ke Sejumlah Stasiun TV

Terdakwa Jessica Kumala Wongso berbincang dengan kuasa hukumnya saat menjalani sidang lanjutan kasus kematian Wayan Mirna Salihin di PN Jakarta Pusat, Rabu (27/7). (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Terdakwa kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso diketahui menerima tawaran wawancara hampir di seluruh stasiun televisi, sebelum dirinya ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam di balik jeruji besi.

Beberapa pihak mempertanyakan ketenangan sikap Jessica saat tampil di media massa. Mulai dari pertanyaan mengapa Jessica berani mengklarifikasi tudingan atas dirinya, mengapa Jessica tidak terlihat sedih atas kematian Mirna, hingga simpati masyarakat yang menilai Jessica dikambinghitamkan aparat kepolisian atas tewasnya Mirna.

Jessica menjelaskan kepada Natalia bahwa ketenangannya di layar kaca merupakan sikap bawaan karena ia dididik untuk tumbuh menjadi anak yang tidak boleh memperlihatkan keterpurukan oleh kedua orangtua.

Selengkapnya...

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6