Sukses

Pesan Terakhir Terpidana Mati Seck Osmane

Liputan6.com, Jakarta - Timah panas menembus dada terpidana mati kasus narkoba Cajetan Uchena Onyeworo Seck Osmane dan mengakhiri hidupnya. Pria yang telah menunggu 13 tahun untuk dieksekusi itu menyampaikan wasiatnya melalui sang pendamping rohani.

Rohaniwan Yayasan Gita Eklesia pendamping Seck, Rina, mengungkapkan pesan Seck ditujukan untuk warga negara Nigeria.

"Dia menyampaikan permohonan maaf kepada bangsa ini dan juga kepada negara Nigeria," ucap Rina ketika ditemui di RS St Carolus Jakarta, Jumat (29/7/2016).

Selain itu, Seck juga sempat mengeluarkan unek-unek sebelum menghadap regu tembak eksekusi mati. Dia merasa pemerintah Indonesia tidak adil kepadanya.

"Dia sebenarnya menginginkan diberi kesempatan untuk hidup. Dan diberi kesempatan untuk memperoleh hak hukum sama yang dimiliki oleh terpidana mati lain (yang batal dieksekusi)," ujar Rina.

Rencananya, jenazah Seck Osmane akan diberangkatkan ke Nigeria pada Senin, 1 Agustus 2016. Sementara, soal kegiatan kebaktian di Rumah Duka RS St Carolus masih dibicarakan terlebih dulu dengan kerabat Seck.

"Sampai hari ini kan masih syok-lah ya. Saya juga bisa memahami. Tapi memang untuk semua yang ada di sini, yayasan kami yang bertanggung jawab," ujar Rina. (Linus Sandi Satya)