Tunjang Perekonomian Daerah, Wali Kota Bandar Lampung Komitmen Dukung Program Sertifikasi Halal

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyatakan, komitmen Pemerintah Kota atau Pemkot Bandar Lampung dalam mendukung program sertifikasi halal.

Diperbarui 06 Agustus 2025, 10:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kewajiban sertifikasi halal menjadi peluang emas bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Bandar Lampung, Provinsi Lampung untuk meningkatkan daya saing produk.

Dengan ratusan ribu unit UMKM aktif di kota ini, program sertifikasi halal diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk kuliner daerah .

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyatakan, komitmen Pemerintah Kota atau Pemkot Bandar Lampung dalam mendukung program sertifikasi halal sebagaimana diwajibkan oleh regulasi.

Terlebih, kata Eva, Lampung kaya akan produk usaha makanan dan kuliner yang dipastikan akan menunjang perekonomian di daerahnya.

"Kami sudah instruksikan seluruh camat dan lurah untuk mendata ulang pelaku UMKM. Senin depan, semua pelaku usaha makanan akan kami kumpulkan dan bantu pengajuan sertifikasi halal," ujar Eva pada acara Lampung Halal Market di Taman UMKM Ir. Soekarno, Bandar Lampung, yang disampaikan melalui keterangan tertulis, Senin (4/8/2025).

"Target kami, seluruh usaha makanan di Bandar Lampung bersertifikat halal," sambung dia.

Eva mengatakan, pihaknya telah mendata berbagai sektor usaha jasa makanan, dari restoran hingga angkringan dan akan bekerja sama dengan BPJPH dalam memfasilitasi proses sertifikasinya.

Acara Lampung Halal Market sendiri merupakan bagian dari Road Show Halal-20 yang pada tahun 2025 digelar di Johannesburg Afrika Selatan, acara ini menjadi upaya penting BPJPH dalam memperkuat sinergi kolaborasi Jaminan Produk Halal (JPH) khususnya di provinsi Lampung, khususnya dalam edukasi sertifikasi halal bagi pegiat UMK di provinsi Lampung.

 

Sosialisasi dan Edukasi Masyarakat

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Republik Indonesia Ahmad Haikal Hasan juga melakukan sosialisasi dan edukasi langsung kepada masyarakat, pelaku usaha serta Pendamping Proses Prodik Halal (P3H) di kota Bandar Lampung.

Menurut dia, edukasi dilaksanakan dalam dialog terbuka usai membuka gelaran Lampung Halal Market 2025.

"Bapak Ibu pegiat usaha mikro kecil di provinsi Lampung yang belum punya sertifikat halal, segeralah mengurus sertifikat halal. (Karena) halal kini bukan sekadar simbol agama, tapi telah menjadi standar industri dan perdagangan yang menentukan kualitas produk," ucap Haikal Hasan.

Dia menjelaskan, dengan bersertifikat halal, produk akan memiliki nilai tambah secara ekonomi. Karena, Haikal mengingatkan, halal itu bersih, sehat dan aman. Menurut dia, banyak sekali contoh produk UMK yang setelah bersertifikat halal mampu menembus ekspor.

"Ada UMK dari Surabaya yang dulu (produknya) tak bisa masuk koperasi atau toko retail modern. Tapi begitu dapat sertifikat halal, mereka diterima di mana-mana, bahkan rutin ekspor dua kontainer ke Eropa," kata Babe Haikal.

 

Halal untuk Semua Umat Manusia

Saat ini, lanjut Haikal, kompetisi produk di tingkat global memang terkait standar. Sebagai standar, kata Haikal, halal bukan hanya untuk umat Islam.

"Halal adalah untuk semua umat manusia, terlepas apapun latar belakang agama, kepercayaan, suku, bangsa dan kebudayaannya. Halal telah bertransformasi sebagai jaminan yang mencerminkan kebersihan, keamanan, dan kualitas," papar dia.

Oleh karena itu, Haikal mendorong para pegiat usaha di Lampung segera mengurus sertifikat halal. Terlebih, kata dia, saat ini masih tersedia sekitar 18.000 kuota sertifikat halal gratis bagi pelaku usaha di provinsi Lampung dari total kuota 44.000 yang disediakan melalui program sertifikat halal gratis (Sehati) BPJPH tahun 2025.

"Saya meminta LP3H dan P3H di Lampung untuk terus mengoptimalkan kinerjanya dalam pendampingan UMK bersertifikat halal. Tujuannya, agar para pegiat UMK terbantu dan memperoleh kemudahan melalui pendampingan sertifikasi halal," jelas Haikal.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6