Liputan6.com, Banda Aceh - Bagi pelaku usaha ultra mikro, modal bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberlangsungan dan perkembangan bisnis. Kemampuan mengelola keuangan, memahami risiko, mengurus legalitas, hingga melihat peluang pasar juga menjadi bekal penting agar usaha dapat bertumbuh.
Hal tersebut menjadi salah satu fokus sinergi PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendampingi perempuan pelaku usaha ultra mikro di Aceh.
Pembiayaan diberikan bersamaan dengan penguatan literasi. Dengan demikian, nasabah tidak hanya memperoleh akses modal, tetapi juga pengetahuan yang dapat membantu mengelola serta mengembangkan usaha.
Advertisement
Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM Lalu Dodot Patria Ary mengatakan, literasi keuangan menjadi bagian penting dalam proses nasabah menuju usaha yang semakin mandiri.
“Pembiayaan perlu berjalan beriringan dengan literasi keuangan yang tepat. Termasuk literasi keuangan syariah yang sangat relevan dengan Aceh,” ujarnya.
Ratusan Ribu Nasabah PNM Mekaar di Aceh Dapat Pendampingan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326264/original/071086300_1786971550-036c0a5c-63b1-4174-8bf1-73a619c1b8a9.jpeg)
Pendekatan tersebut memberikan dampak yang semakin luas. Hingga 31 Juli 2026, sebanyak 268.231 nasabah PNM Mekaar di Aceh telah merasakan manfaat pembiayaan dan pendampingan. Mereka tergabung dalam 19.628 kelompok dan didampingi oleh 1.300 pendamping Mekaar yang tersebar di 77 unit di seluruh Aceh.
Pendampingan juga diarahkan agar usaha nasabah semakin siap masuk ke ekosistem usaha formal. Lebih dari 56.714 nasabah telah dibantu mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB), sementara sejumlah nasabah juga telah memiliki sertifikat halal. Di sisi lain, PNM turut memberikan beasiswa bagi 104 anak nasabah sebagai bagian dari upaya mendorong kemajuan keluarga secara lebih menyeluruh.
Salah satu gambaran dari proses tersebut terlihat dari perjalanan Nur Asma, pemilik usaha “Keripik Pisang Kak Nur”. Sebagai seorang single parent yang membesarkan tiga anak, Nur Asma mulai merintis usahanya sejak 2016. Setelah bergabung sebagai nasabah PNM Mekaar Syariah pada 2024, usahanya terus berkembang hingga kini berada pada grade A dengan plafon pembiayaan Rp6 juta.
Tidak berhenti pada pembiayaan, usahanya juga telah memiliki NIB dan sertifikat halal yang didampingi oleh PNM. Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa ketika akses modal bertemu dengan pendampingan dan pengetahuan yang tepat, usaha rumahan dapat memiliki peluang untuk berkembang lebih jauh.
Advertisement
UMKM Aceh Didorong Punya Perencanaan dan Manajemen yang Baik
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal juga menilai UMKM perlu terus mengembangkan cara berpikir dan kemampuan mengelola usaha. Menurutnya, usaha yang dimulai dari rumah sekalipun tetap membutuhkan perencanaan, pemahaman pasar, serta pengelolaan keuangan yang baik.
“Jangan merasa berkecil hati jika usaha mulai dari dapur rumah tangga. Kita jual produk kita sendiri, kita harus percaya, dan harus cerdas mengelola keuangan, mulai dari menentukan target pasarnya,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan ketika usaha kecil mulai menghadapi pasar yang lebih luas. Produk yang menarik perhatian konsumen perlu diikuti dengan kemampuan mengelola usaha agar pertumbuhannya tidak berhenti pada tren sesaat.
“Produk yang viral tanpa manajemen yang baik hanya akan bertahan sesaat. Percuma viral kalau tidak dikelola dengan baik,” kata Illiza.
Di Aceh, potensi pengembangan UMKM masih terbuka luas. Lebih dari 4.400 unit usaha di Banda Aceh saat ini bergerak di berbagai sektor, mulai dari pertanian, kelautan dan perikanan, pariwisata, kuliner, jasa, perdagangan hingga industri pengolahan. Potensi tersebut dapat terus dikembangkan dari skala kecil melalui kolaborasi dan pendampingan yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, sinergi PNM dan OJK bukan sekadar memperluas akses pembiayaan. Kolaborasi ini memperkuat ekosistem yang membantu pengusaha memahami cara mengelola keuangan, membangun usaha secara lebih tertib, memenuhi aspek legalitas, dan melihat peluang pertumbuhan yang lebih luas.
Bagi nasabah PNM Mekaar di Aceh, bekal tersebut menjadi modal penting untuk melangkah dari sekadar bertahan menjadi lebih siap berkembang dan naik kelas.
#PNMuntukUMKM #PNMPemberdayaanUMKM
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5253327/original/062598000_1750044459-cek_fakta_dubes_jepang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325714/original/050754000_1786927542-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-17T074440.081.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326263/original/059250500_1786971550-e60b56b2-19c6-4879-81f2-a6bbd767e445.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324551/original/025637600_1786721875-a692bdd1-595e-4b9b-bfca-15cd24269921.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5763777/original/071600100_1778666768-IMG-20260513-WA0030.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317425/original/051656200_1786011597-6681fe50-8b79-4671-a142-554d5f8b8fb4.jpeg)