Sukses

1 Mahasiswa Yarsi Jadi Korban Tewas Tabrakan Beruntun di Puncak

Liputan6.com, Bogor - Salah satu korban tewas dalam tabrakan beruntun di Jalan Raya Puncak, tepatnya Tanjakan Selarong, Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu sore tadi, adalah M Reza. Pemuda berusia 19 tahun ini adalah mahasiswa Universitas Yarsi, Jakarta.

Sedangkan 2 korban meninggal lainnya merupakan pasangan suami istri. Keduanya adalah pengendara sepeda motor bernama Jaya (33) dan Lies Erna, warga Jalan Masjid RT9/53, Petukangan Utara, Jakarta Selatan. Sementara kedua anaknya, Bilal (2) dan Kesya (6) mengalami luka.

Kanit Laka Polres Bogor Inspektur Polisi Dua (Ipda) Asep Saepudin mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi dalam kecelakaan beruntun yang mengakibatkan 3 tewas dan 17 luka-luka tersebut.

"Korban tewas dan luka masih berada di RSUD Ciawi," ucap Asep di Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/12/2015) malam.

Dugaan sementara, 2 bus yang diketahui milik TNI AD itu membawa puluhan penumpang dari mahasiswa Universitas Yarsi, Jakarta, mengalami rem blong saat beriringan menuju arah Jakarta.

Tepat di Tanjakan Selarong, salah satu bus berwarna hijau itu oleng kemudian menabrak bus rekannya dan 2 sepeda motor serta 1 minibus yang terparkir. "Total penumpang 2 bus ada 50 orang," ujar Asep.

Sementara itu kondisi di RSUD Ciawi terpantau ramai baik dari mahasiswa Universitas Yarsi, Jakarta. Bahkan, sejumlah aparat TNI pun terlihat di depan instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit milik pemerintah daerah itu.

Namun, sejumlah rekan korban dari mahasiswa tersebut enggan dimintai keterangan terkait tabrakan beruntun itu.