Blusukan ke Waduk Marunda, Jokowi Ditagih Pembebasan Lahan

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kembali memantau beberapa proyek yang dikerjakan Pemprov DKI Jakarta

Diterbitkan 06 Agustus 2014, 19:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kembali memantau beberapa proyek yang dikerjakan Pemprov DKI Jakarta setelah sempat ditinggal selama beberapabulan saat mengikuti Pilpres 2014. Tempat yang dikunjunginya kali ini yaitu Waduk Marunda di kawasan Cilincing, Jakarta Utara.

Dengan didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Manggas Rudy Siahaan, Joko Widodo memantau proses penyelesaian pengerjaan Waduk Marunda. Ada 5 unit ekskavator yang sedang mengeruk sedimen lumpur di dasar waduk.

Dari tepi waduk yang dipenuhi gundukan lumpur, Jokowi berbincang serius dengan Manggas dan beberapa jajarannya sambil mengamati ekskavator yang terus mengeruk lumpur dari dasar waduk.

‎Di tengah pembicaraan, tiba-tiba tampak beberapa orang warga yang menanyakan mengenai pembiayaan untuk pembebasan lahan yang menurutnya belum dilunasi Dinas PU kepada warga. Padahal, berdasarkan pembicaraan sebelumnya, warga dijanjikan pelunasan pembiayaan akan dilakukan pada April lalu.

"Kami belum dilunasi, pak. Berkasnya sudah oke tapi belum bisa dibayar," ujar warga yang diketahui bernama Basuni.

Mendengar ucapan warga tersebut, Jokowi kemudian memintanya untuk menunjukkan di mana lokasi yang belum dibayarkan. Sebab, Pemprov DKI Jakarta telah mengucurkan dana sebesar Rp 15 miliar yang diperuntukkan untuk membebaskan lahan warga.

"Ya sudah, kalau gitu, daftar namanya diberikan saja, duitnya nggak cukup yang sekarang, nanti September baru dikeluarkan lagi (untuk bangunan)," ucap Jokowi.

Basuni mengatakan, saat mengunjungi waduk tersebut pada Februari 2014, Jokowi menjanjikan menyelesaikan masalah pembebasan lahan yang belum dibayarkan pada April lalu. Setelah, bertemu dengan Jokowi untuk yang kedua kalinya, Ia pun kembali memegang janji Jokowi kalau pembayaran pembebasan lahan akan diselesaikan pada September 2014.

"Tadinya saat awal Ramadan mau dibayarkan, tapi batal. Kita tunggu saja, nanti janji beliau bulan September," tandas Basuni. (Ans)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6