Hindari Penyelewengan, Rano Karno Setuju Bansos Cair Usai Pilpres

Sehingga tidak ada penyalahgunaan dana Bansos untuk kampanye pihak-pihak tertuntu pada Pemilu 2014.

Diterbitkan 26 Maret 2014, 11:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Depok - Wakil Gubernur Banten Rano Karno setuju dana Bantuan Sosial (Bansos) dicairkan setelah pelaksanaan pemilu legislatif dan presiden selesai. Sehingga tidak ada penyalahgunaan dana Bansos untuk kampanye pihak-pihak tertentu pada Pemilu 2014.

"Saya setuju untuk ditunda pencairan dana Bansos itu karena memang terindikasi untuk kepentingan kampanye. Setelah pilpres saja itu Bansos dikeluarkannya," kata Rano di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (26/3)2014).

Meski demikian, Rano mengatakan ada dana Bansos yang tidak bisa ditunda pencairannya, salah satunya untuk kegiatan olahraga atlet Indonesia. "Tapi ada yang tidak bisa ditunda seperti KONI (Komite Olah raga Nasional Indonesia). Tapi untuk kegiatan populis itu ditunda. Bukan hanya untuk Bansos provinsi tapi untuk nasional juga," ujar dia.

Soal wacana penyaluran Bansos agar ditangani satu kementerian seperti saran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rano menyatakan akan mengikuti apapun keputusan pemerintah.

"Itu kewenangannya pemerintah. Karena semua departemen itu punya kegiatan nasional, ya kita follow saja wewenang (pemerintah)," tandas Rano.

Politisi PDIP ini juga mendukung revisi dana Bansos dari Rp 55,86 triliun menjadi Rp 91,8 triliun. Bertambahnya besaran dana itu karena perubahan posting sejumlah anggaran dari belanja infrastruktur dan belanja barang menjadi belanja sosial. (Yus Ariyanto)

Baca juga:

15 Kementerian/Lembaga yang Kecipratan Kenaikan Dana Bansos

Cegah Penyelewengan Dana Bansos, KPK Peringatkan SBY

Gerindra Dukung KPK Stop Dana Bansos Jelang Pemilu

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6