Liputan6.com, Jakarta: Kaum tunanetra kini dapat dengan mudah mengoperasikan komputer. Tengok saja seorang tunanetra bernama Sugiyono. Sejak enam tahun silam, dia mengoperasikan komputer dengan menggunakan metode screenreader (membaca layar). Sistem ini membuat tunanetra dapat mengetahui program yang ditunjuk komputer.
Untuk program mengetik, misalnya, tunanetra dibimbing untuk melihat hasil tulisan mereka. Komputer juga bisa membaca ulang tulisan dan memunculkannya dalam bentuk Braile. Program yang dikenalkan sejak 1992 di Indonesia ini baru dimanfaatkan tunanetra untuk membaca dan menulis. Sedangkan untuk gambar atau grafis belum dapat dilakukan.
Belajar komputer bagi tunanetra memang membutuhkan waktu lama. Apalagi, untuk mengenal posisi jari di keyboard terkadang membutuhkan waktu enam bulan. Ini pun harus dilatih terus menerus. Intinya, kekuatan pada penguasaan keyboard dan pendengaran dalam mengoperasikan komputer.
Kendati sudah disosialisasikan sejak 15 tahun silam, tunanetra masih terbatas untuk menikmati fasilitas ini. Yayasan Mitra Netra yang membimbing tunanetra ini baru memperkenalkan di enam kota. Maklum, perhatian pemerintah sangat minim.
Hal serupa juga bisa ditemukan di Jepang. Negeri Matahari Terbit ini memfasilitiasi produk bagi tunanetra. Salah satunya, alat penerjemah huruf Braile. Ini juga bisa dihubungkan dengan komputer dan internet. Alhasil, tunanetra dapat mengakses informasi yang diinginkan.
Alat ini bekerja dengan memindahkan teks informasi di internet menjadi susunan huruf Braile. Alat ini juga dilengkapi memori yang mampu menyimpan data setara beberapa buku atau situs internet. Lantaran bentuknya yang praktis, alat ini mudah dibawa. Kemudahan lainnya, alat ini dilengkapi program khusus. Jadi, pengguna bisa mengakses informasi tanpa keyboard atau mouse.(REN/Tim Liputan 6 SCTV)
Untuk program mengetik, misalnya, tunanetra dibimbing untuk melihat hasil tulisan mereka. Komputer juga bisa membaca ulang tulisan dan memunculkannya dalam bentuk Braile. Program yang dikenalkan sejak 1992 di Indonesia ini baru dimanfaatkan tunanetra untuk membaca dan menulis. Sedangkan untuk gambar atau grafis belum dapat dilakukan.
Belajar komputer bagi tunanetra memang membutuhkan waktu lama. Apalagi, untuk mengenal posisi jari di keyboard terkadang membutuhkan waktu enam bulan. Ini pun harus dilatih terus menerus. Intinya, kekuatan pada penguasaan keyboard dan pendengaran dalam mengoperasikan komputer.
Kendati sudah disosialisasikan sejak 15 tahun silam, tunanetra masih terbatas untuk menikmati fasilitas ini. Yayasan Mitra Netra yang membimbing tunanetra ini baru memperkenalkan di enam kota. Maklum, perhatian pemerintah sangat minim.
Hal serupa juga bisa ditemukan di Jepang. Negeri Matahari Terbit ini memfasilitiasi produk bagi tunanetra. Salah satunya, alat penerjemah huruf Braile. Ini juga bisa dihubungkan dengan komputer dan internet. Alhasil, tunanetra dapat mengakses informasi yang diinginkan.
Alat ini bekerja dengan memindahkan teks informasi di internet menjadi susunan huruf Braile. Alat ini juga dilengkapi memori yang mampu menyimpan data setara beberapa buku atau situs internet. Lantaran bentuknya yang praktis, alat ini mudah dibawa. Kemudahan lainnya, alat ini dilengkapi program khusus. Jadi, pengguna bisa mengakses informasi tanpa keyboard atau mouse.(REN/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4403399/original/021681200_1682044577-cek_fakta_mesin_cuci.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354245/original/038987000_1790044500-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-22T093245.164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362168/original/042983100_1790759666-WhatsApp_Image_2026-09-18_at_8.42.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485280/original/014174300_1769501374-IMG-20260127-WA0024.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/482623/original/070812akomputer.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)