Liputan6.com, Jakarta Pernah memperhatikan ada orang yang selalu mematikan GPS di ponselnya, bahkan saat sedang berkumpul bersama? Kebiasaan kecil ini ternyata bisa menyimpan makna tentang cara seseorang memandang privasi, rasa aman, dan kontrol atas hidupnya.
Berdasarkan keterangan ManageEngine, banyak pengguna sengaja mematikan layanan lokasi entah untuk menghemat baterai atau menyembunyikan posisi perangkat demi alasan privasi. Artinya, ciri orang yang selalu nonaktifkan lokasi di HP menurut psikologi tidak selalu berkaitan dengan sesuatu yang negatif.
Memahaminya justru membantu kamu membaca kepribadian dan kebutuhan emosional seseorang secara lebih adil. Mari kenali ciri orang yang selalu nonaktifkan lokasi di HP menurut psikologi, lengkap dengan alasan sekaligus cara menyikapinya.
Advertisement
Apa Itu Kebiasaan Selalu Menonaktifkan Lokasi di HP?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4300408/original/066827700_1674523785-young-man-looking-his-phone-with-copy-space.jpg)
Secara sederhana, menonaktifkan lokasi berarti mematikan fitur Location Services atau GPS sehingga aplikasi, pengiklan, dan pihak ketiga tidak bisa membaca posisimu secara real-time. Orang yang "selalu" melakukannya menjadikan hal ini sebagai pengaturan bawaan, bukan sekadar tindakan sesekali saat butuh.
Dalam praktiknya, kebiasaan ini dipakai untuk melindungi data pribadi, menghemat baterai, sekaligus memperkecil jejak digital. Sebagaimana dilaporkan CPO Magazine, layanan lokasi sebenarnya bukan masalah; yang jadi perhatian adalah informasi yang dikumpulkan serta organisasi yang menyimpan dan mengelolanya.
Secara teknis, langkah ini gampang dilakukan siapa saja. Kamu bisa mengikuti cara nonaktifkan fitur lokasi lewat menu pengaturan ponsel dalam hitungan detik. Manfaat praktis yang biasanya dicari antara lain:
- Privasi: membatasi siapa saja yang tahu keberadaanmu.
- Keamanan data: memperkecil peluang data lokasi dijual atau disalahgunakan.
- Hemat baterai dan kuota: GPS yang aktif terus-menerus menguras daya dan data.
- Kontrol diri: memilih sendiri kapan dan kepada siapa lokasi dibagikan.
Advertisement
Ciri Orang yang Selalu Nonaktifkan Lokasi di HP Menurut Psikologi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358103/original/007580400_1790323169-viralyft-Pv3M2oPoaAk-unsplash.jpg)
Tidak ada satu tipe kepribadian tunggal di balik kebiasaan ini. Namun, psikologi mengenali sejumlah pola yang kerap berulang, dan berikut ciri orang yang selalu nonaktifkan lokasi di HP menurut psikologi yang paling sering ditemui.
Dilansir dari Proton VPN, fitur berbagi lokasi kini juga kerap disalahgunakan sebagai alat menguntit dan kontrol yang koersif, sehingga membatasi siapa saja yang bisa melihat posisi dapat menghapus satu lapisan visibilitas yang rawan dieksploitasi.
- Sangat menghargai privasi dan ruang pribadi. Mereka merasa keberadaan sehari-hari adalah wilayah personal yang tidak wajib diketahui banyak pihak, termasuk aplikasi.
- Punya kebutuhan tinggi akan kontrol dan otonomi. Mematikan lokasi memberi rasa berkuasa atas informasi diri, sesuatu yang penting bagi orang yang tidak suka merasa diatur.
- Waspada terhadap pengawasan dan pelacakan. Gagasan bahwa gerak-geriknya bisa direkam sepanjang hari terasa mengganggu, meski belum tentu ada yang benar-benar memantau.
- Cenderung berhati-hati dan tidak mudah percaya. Mereka skeptis pada janji "data aman" dari aplikasi maupun pihak ketiga, jadi memilih menutup akses sejak awal.
- Melek keamanan digital. Semakin paham seseorang soal cara data lokasi dikumpulkan dan diperjualbelikan, semakin besar dorongan untuk mematikannya.
- Tidak nyaman dilacak diam-diam meski tergolong terbuka. Orang yang berpikiran terbuka justru sering paling risih ketika merasa dilacak tanpa sepengetahuannya.
- Introver atau butuh jarak emosional. Tidak selalu ingin "terlihat" dan tersedia bagi semua orang, sehingga menutup lokasi terasa melegakan.
- Pragmatis dan efisien. Sebagian menonaktifkannya murni demi baterai dan kuota, tanpa motif emosional apa pun.
Alasan Psikologis di Balik Kebiasaan Menonaktifkan Lokasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4794189/original/040479400_1712217008-Ilustrasi_main_HP__tertawa__lucu.jpg)
Dari sudut pandang psikologi, mematikan lokasi kerap berakar pada kebutuhan dasar manusia akan kendali. Ketika seseorang merasa hidupnya terus-menerus terpapar, membatasi akses lokasi menjadi cara memulihkan rasa memiliki atas ruang pribadinya, sebuah bentuk penegasan batas yang sehat. Gary Kovacs, mantan CEO Mozilla, dikutip dari BrainyQuote, menyatakan, "Privasi bukanlah sebuah pilihan, dan seharusnya itu bukan harga yang kita bayar hanya untuk bisa terhubung ke internet."
Alasan berikutnya adalah kewaspadaan terhadap pengawasan. Bagi sebagian orang, kemungkinan gerak-geriknya bisa tercatat sepanjang waktu terasa menekan, terlepas dari niat baik pihak yang mengumpulkannya. Rasa waswas semacam ini bukan berarti mereka menyembunyikan hal buruk, melainkan menunjukkan sensitivitas yang tinggi terhadap keamanan pribadi.
Ketidakpercayaan terhadap cara perusahaan teknologi mengelola data juga menjadi pemicu kuat. Banyak orang menonaktifkan lokasi karena ragu ke mana sebenarnya data mereka mengalir. Tim Cook, CEO Apple, dikutip dari TechCrunch, menyatakan, "Beberapa perusahaan paling ternama dan sukses membangun bisnis mereka dengan meninabobokan pelanggan agar lengah terhadap informasi pribadi mereka."
Dalam wawancara yang sama, Edward Snowden, dikutip dari TechCrunch, menyatakan bahwa bila sebuah perusahaan memilih untuk tidak menjadikan pengumpulan dan penjualan data sebagai model bisnisnya, "itu hal yang baik bagi privasi. Itu hal yang baik bagi pelanggan."
Terakhir, ada kelompok yang benar-benar memahami nilai sebuah data. Bagi mereka, lokasi bukan sekadar titik di peta, melainkan potongan informasi yang bisa menggambarkan rutinitas, relasi, hingga kebiasaan belanja. Kesadaran inilah yang membuat ciri orang yang selalu nonaktifkan lokasi di HP menurut psikologi kerap beririsan dengan tingkat literasi digital yang tinggi.
Advertisement
Kaitan Kebiasaan Ini dengan Kepribadian dan Hubungan
Kebiasaan berbagi atau menyembunyikan lokasi ternyata berkelindan erat dengan tipe kepribadian. Mengacu pada riset yang dipublikasikan di ScienceDirect, orang dengan tingkat keramahan (agreeableness) tinggi cenderung memandang berbagi lokasi sebagai hal positif, sedangkan keterbukaan (openness) justru berkaitan dengan rasa tidak nyaman saat dilacak diam-diam bahkan dengan berakhirnya sebuah hubungan.
Riset yang sama menemukan bahwa sifat neurotisisme bisa memunculkan kenyamanan sekaligus tekanan ketika seseorang dilacak oleh pasangannya. Dengan kata lain, respons terhadap fitur lokasi sangat personal, dan menutupnya belum tentu berarti ada masalah dalam hubungan.
Dalam konteks relasi, pelacakan tanpa persetujuan tergolong umum terjadi dan tak jarang berujung pada perpisahan. Karena itu, memahami batasan sebelum berniat melacak lokasi HP pasangan menjadi jauh lebih penting daripada sekadar mengetahui posisinya.
Wajar atau Perlu Diwaspadai? Membaca Kebiasaan Ini Secara Adil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4300399/original/029813900_1674523456-medium-shot-teen-holding-smartphone_1_.jpg)
Menutup lokasi tidak otomatis berarti mencurigakan, tetapi juga tidak selalu tanpa catatan. Kuncinya ada pada konteks dan pola perilaku yang menyertainya.
Ketika Menonaktifkan Lokasi Adalah Hal yang Sehat
Jika kebiasaan ini muncul karena ingin menjaga data, menghemat baterai, atau sekadar butuh ruang, maka itu adalah batas yang wajar. Sikap seperti ini bahkan sejalan dengan langkah meningkatkan privasi di smartphone yang memang dianjurkan di era rawan kebocoran data.
Ketika Kebiasaan Ini Perlu Diperhatikan
Sinyal yang patut dicermati muncul bila mematikan lokasi berjalan beriringan dengan sikap tertutup berlebihan, cerita yang tidak konsisten, atau upaya menghindari komunikasi dalam hubungan. Dalam situasi seperti ini, para ahli menyarankan agar fokus diarahkan pada dialog jujur, bukan pada aksi saling mengintai.
Advertisement
Tips Menyikapi Kebiasaan Menonaktifkan Lokasi Secara Sehat
Kabar baiknya, kamu tidak harus memilih antara privasi dan kepercayaan. Kamu bahkan bisa tetap menjaga privasi di HP Android tanpa mengorbankan seluruh fungsi ponsel. Berikut langkah praktis yang bisa kamu terapkan:
- Komunikasikan alasannya. Sampaikan secara terbuka mengapa kamu memilih menutup lokasi agar tidak disalahpahami sebagai upaya menyembunyikan sesuatu.
- Pilih opsi "Saat aplikasi digunakan". Ini lebih aman daripada "Selalu", sekaligus menghemat baterai dan tetap menjaga fungsi utama aplikasi.
- Atur izin per aplikasi. Matikan lokasi untuk aplikasi yang tidak butuh, bukan menonaktifkan seluruh layanan secara total.
- Sisakan fitur keselamatan. Pertimbangkan tetap mengaktifkan fitur seperti Find My Device untuk berjaga-jaga saat ponsel hilang.
- Jangan jadikan pelacakan sebagai alat kontrol. Dalam hubungan, kepercayaan tumbuh dari kesepakatan, bukan dari pemantauan diam-diam.
- Tinjau pengaturan secara berkala. Kebutuhan privasi bisa berubah, jadi sesekali cek kembali izin lokasi yang sudah kamu berikan.
Pada akhirnya, ciri orang yang selalu nonaktifkan lokasi di HP menurut psikologi lebih banyak bicara soal kebutuhan akan privasi, kendali, dan rasa aman ketimbang sekadar "ada yang disembunyikan". Dengan komunikasi yang sehat dan pengaturan yang bijak, kebiasaan menjaga lokasi tetap bisa berjalan beriringan dengan hubungan yang saling percaya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4403399/original/021681200_1682044577-cek_fakta_mesin_cuci.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354245/original/038987000_1790044500-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-22T093245.164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362168/original/042983100_1790759666-WhatsApp_Image_2026-09-18_at_8.42.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485280/original/014174300_1769501374-IMG-20260127-WA0024.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4381326/original/001735700_1680500277-front-view-teenager-being-cyberbullied_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369928/original/078656600_1791540457-laura-chouette-YpoczNsZYts-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5110626/original/086902500_1737976278-Kontrol_anak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369516/original/043424300_1791526757-53053880-a09e-431e-a88b-27a50f2e4acd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3462099/original/094130400_1621600844-pexels-photo-4148842.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369473/original/069744900_1791524730-ec81b70f-129f-4474-a803-baa1310e53bf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568602/original/011193500_1777364341-pexels-barbara-olsen-7879519.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369573/original/001480600_1791529397-pexels-karola-g-7296734.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358152/original/069001400_1790324455-01M3B1K2A7WQ7GNNJQ9ERZXDPP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369213/original/030698100_1791512101-Screenshot_2026-10-09_090154.jpg)