Kerangka Dua Tokoh Perlawanan Dipulangkan

Kerangka Lamariapa dan Lasatande pulang ke kampung halaman di Donggala, Sulawesi Tengah. Kerangka dimakamkan di Pemakaman Raja Sigi Biromaru, Donggala.

Diterbitkan 09 Mei 2007, 15:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Palu: Setelah terkubur ratusan tahun di tanah pengasingan Sukabumi, Jawa Barat, pihak keluarga memulangkan kerangka dua tokoh perlawanan ke kampung halaman di Donggala, Sulawesi Tengah. Kerangka yang dipulangkan adalah Lamariapa, cucu perdana Menteri Landa sebuah kerajaan tertua di Sulawesi Tengah. Satu lainnya adalah Lasatande, seorang baligau atau anggota dewan adat Nubulili Latanga yang berkedudukan di Petobo, Kota Palu.

Kedatangan kerangka disambut secara adat. Bak menyambut kepulangan pahlawan, isak tangis anggota keluarga mewarnai pemulangan dua kerangka Lamariapa dan Lasatande. Sambutan luar biasa juga ditunjukkan tokoh adat dan warga Donggala serta Palu. Kerangka dimakamkan Rabu (9/5) siang di Pemakaman Raja Sigi Biromaru, Donggala.

Menurut tokoh adat Donggala, Lamariapa dan Lasatande pada masa penjajahan Belanda sekitar 200 tahun silam dikenal sebagai tokoh penentang penjajahan. Belanda menangkap dan mengasingkan mereka ke Sukabumi hingga akhir hayatnya.(TOZ/Syamsuddin)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6