Helikopter Polri Dikerahkan Evakuasi Jenazah Korban KM Virgo Transport 8

Tim melakukan proses hoist menggunakan Basket Life untuk mengangkat jenazah.

Diterbitkan 14 September 2026, 21:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Helikopter Polri Dauphin AS 365 N3 P-3103 dikerahkan untuk mengevakuasi satu jenazah korban dari kapal tongkang yang berada sekitar 30 nautical mile (NM) dari daratan, di tengah operasi SAR KM Virgo Transport 8.

Setibanya di lokasi, tim melakukan proses hoist menggunakan Basket Life untuk mengangkat jenazah dari kapal tongkang yang ditarik Tugboat TCP menuju helikopter. Evakuasi melalui jalur udara dilakukan untuk mempercepat proses membawa korban ke daratan agar dapat segera mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Operasi ini dilakukan karena posisi kapal yang membawa jenazah masih cukup jauh dari daratan, sehingga dukungan helikopter diperlukan untuk mempercepat proses evakuasi.

"Misi tersebut dilaksanakan pada Senin (14/9/2026), pukul 14.48 WITA hingga 16.50 WITA. Helikopter berangkat dari Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin menuju lokasi operasi yang sebelumnya berjarak sekitar 80 NM dari Banjarmasin, dengan waktu tempuh sekitar 45 menit," ujar Kadivhumas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, melalui keterangan tertulis, Senin (14/9/2026).

Dia menjelaskan, proses evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi angin dari arah tenggara dengan kecepatan sekitar 25–35 knots.

Meski menghadapi kondisi tersebut, kata Johnny, proses hoist berhasil dilaksanakan dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan dan personel.

"Misi penerbangan dipimpin Kombes Pol Herli sebagai Kapten Pilot, bersama tim penerbang dan rescue/hoist operator," ucap Johnny.

Jenazah selanjutnya dibawa menuju Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin dan diserahkan untuk penanganan lebih lanjut serta proses identifikasi di RS Bhayangkara Banjarmasin.

Dukungan Polri

Johnny mengatakan, dukungan udara menjadi bagian dari upaya Polri mempercepat proses evakuasi korban dalam operasi SAR gabungan.

"Ketika posisi korban masih berada puluhan mil laut dari daratan, dukungan udara menjadi sangat penting untuk mempercepat proses evakuasi," kata dia.

"Polri mengerahkan helikopter untuk menjangkau lokasi dan membawa korban menuju daratan agar dapat segera mendapatkan penanganan serta proses identifikasi. Bersama seluruh unsur SAR, Polri akan terus mengoptimalkan setiap sumber daya yang dimiliki untuk kemanusiaan," sambung Johnny.

Dia menjelaskan, sejak Minggu 13 September 2026, Polri telah mengerahkan berbagai kekuatan untuk mendukung operasi SAR, termasuk 3 Kapal Polisi, yaitu KP Laksmana-7012, KP Ibis-6001, dan KP Manyar-5003.

"Dukungan personel dari unsur Polri antara lain 9 personel Ditpolairud Polda Jatim serta 18 personel yang terdiri dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak, tim kesehatan, dan Biddokkes/DVI Polda Jatim," papar Johnny.

Operasi Gabungan

Menurut Johnny, operasi gabungan juga diperkuat 20 personel Basarnas dan 10 personel KSOP, serta unsur TNI AL, Polairud Polda Kalsel, Pelindo, SROP Navigasi, Kesehatan Pelabuhan, agen kapal, dan unsur terkait lainnya.

"Sarana laut yang dikerahkan meliputi KN Laksamana, KNP 382, KM Hai Da, KM Niki Mila Utama, TB TCP, TB Mauha IX, dan KM Cahaya Bahati Jaya. Dukungan udara turut diperkuat 1 helikopter Polri dan 1 helikopter Basarnas Surabaya," terang dia.

Johnny menegaskan, untuk memastikan proses identifikasi korban berjalan profesional dan akurat, Polri juga menyiapkan 3 Posko DVI di Kalimantan Selatan, yakni di RS Bhayangkara Banjarmasin, RSUD Ulin Banjarmasin, dan Pelabuhan Trisakti.

"Operasi SAR ini merupakan kerja bersama. Polri terus memberikan dukungan melalui kapal, helikopter, personel, kesehatan, dan DVI," kata dia.

"Setiap korban yang ditemukan akan mendapatkan penanganan secara profesional dan manusiawi, sementara pencarian terhadap korban lainnya terus dilakukan bersama seluruh unsur SAR," pungkas Johnny.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6