Puslabfor Mabes Polri Menghentikan Penyelidikan

Lantaran data-data yang diperoleh sudah cukup, Puslabfor Mabes Polri menghentikan sementara penyelidikan kecelakaan pesawat Garuda Indonesia GA 200. Sementara KNTK terus menggelar penyelidikan dan investigasi.

Diterbitkan 09 Maret 2007, 14:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Yogyakarta: Tim Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) Mabes Polri, Jumat (9/3), menghentikan sementara penyelidikan kecelakaan pesawat Garuda GA 200 di Bandara Udara Adi Sucipto, Yogyakarta. Data-data yang diperoleh dianggap sudah cukup. Reporter SCTV Widyaningsih dan Nofrianus Barens melaporkan, belum ada keterangan resmi dari Puslabfor mengenai penyelidikan lanjutan.

Sedangkan pihak Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih menggelar penyelidikan dan investigasi. Bahkan sejumlah anggota Kepolisian Federal Australia juga ikut terlibat. Sejauh ini mereka hanya menggelar observasi awal dan memotret bangkai pesawat jenis Boeing 737-400 yang terbakar.

Adapun kondisi pilot Kapten Marwoto Komar sudah membaik dan tadi malam diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit TNI Angkatan Laut dokter Hardjo Lukito, Yogyakarta. Untuk selanjutnya, dia akan dimintai keterangan mengenai penyebab terbakarnya pesawat milik maskapai Garuda Indonesia yang menewaskan 22 orang [baca: Garuda Belum Mau Komentar Penyebab Kecelakaan].

Siang ini, kotak hitam atau black box pesawat GA 200 yang masih tersegel tiba di Bandara Internasional Canberra, Australia. Kotak hitam kemudian dibawa oleh para personel Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATFB) ke markas mereka untuk diteliti.

Penelitian kotak hitam ini diperlukan guna mengungkap penyebab kecelakaan pesawat. Diperkirakan, penelitian baru selesai antara dua pekan hingga satu bulan mendatang. Perwakilan KNKT Indonesia juga turut mendampingi dalam penyelidikan kotak hitam oleh pihak Australia.

Sementara itu, jenazah Dewi Riyana Andayani, pagi tadi, dimakamkan di taman pemakaman umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Alamarhumah meninggalkan seorang suami serta tiga orang anak. Dia adalah staf Kantor Menteri Perumahan Rakyat yang saat kecelakaan pesawat Garuda Indonesia mendapat tugas ke Yogyakarta.

Jenazah dokter Masykur Wiratmo, wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada juga dimakamkan hari ini. Almarhum dikebumikan di kompleks pemakaman keluarga besar UGM Sawitsari Yogyakarta.

Korban tewas terakhir yang berhasil diindentifikasi adalah Elizabeth O`Neil, juru bicara Kedutaan Besar Australia. Dengan demikian, warga Australia yang meninggal adalah lima orang. Empat di antaranya staf kedutaan dan seorang wartawan Australian Financial Review [baca: KNKT Memotong Ekor Garuda].

Kecelakaan transportasi yang terus terjadi membuat geram sebagian masyarakat. Puluhan orang dari Masyarakat Pengguna Transportasi berdemonstrasi di Kantor Departemen Perhubungan, Jakarta Pusat. Mereka meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencopot Menteri Perhubungan Hatta Rajasa yang dianggap lalai membenahi transportasi. Bahkan, penggunaan isu terorisme serta sabotase dianggap sebagai usaha untuk menutupi keadaan transportasi nasional yang amburadul.

Terkait tuntutan mundur, Menhub Hatta Rajasa dari semula memang sudah siap bila dicopot. "Harus terima dong, saya kan diangkat Presiden," ujar Menteri Hatta, kemarin [baca: Pemerintah Diminta Mengambil Langkah Revolusioner].(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6