Seratus Hari Masalah Lumpur Lapindo Belum Selesai

Warga Desa Renokenongo mengeluhkan lambannya penanganan lumpur yang masih belum selesai hingga seratus hari. Warga tak mau dipindahkan kendati rumah mereka telah terendam lumpur dari PT Lapindo.

Diterbitkan 07 September 2006, 07:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Sidoarjo: Semburan lumpur panas PT Lapindo Brantas genap 100 hari menggenangi Desa Renokenongo, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (6/9). Namun waktu tiga bulan lebih tak cukup bagi pemerintah dan Lapindo mengatasinya. Tak heran jika warga mengeluh dengan penanganan yang lamban ini.

Rumah-rumah warga yang terendam lumpur hingga saat ini belum juga dibenahi atau dibersihkan. Beberapa jalan kampung pun masih terlihat sunyi karena ditinggal pemiliknya yang mengungsi akibat luberan lumpur dan asap di pusat semburan masih terus terjadi. Sementara jalur Tol Porong-Gempol yang menjadi jalur utama transportasi perekonomian Surabaya-Malang masih terus ditinggikan [baca: Lumpur Akan Dialirkan ke Kali Porong].

Kondisi ini membuat banyak warga terutama yang menjadi korban lumpur panas pesimistis dengan penanganan yang dilakukan PT Lapindo Brantas selama ini. Di sisi lain, mereka tetap ingin tinggal di rumahnya dan tak ingin pindah meski rumahnya sudah tergenang lumpur [baca: Pendatang Diberi Uang Kontrak Selama Dua Tahun].(YAN/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6