Direksi Telkom dan Indosat Kemungkinan Diganti

Kantor Kementerian Negara BUMN menyerahkan keputusan perombakan manajemen PT Telkom dan Indosat kepada mekanisme RUPS kedua perusahaan itu. Isu ini mengemuka menyusul memburuknya kinerja kedua perusahaan itu.

Diterbitkan 29 Juni 2006, 03:02 WIB
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Kantor Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyerahkan keputusan perombakan manajemen PT Telkom dan Indosat kepada mekanisme rapat umum pemegang saham (RUPS) kedua perusahaan itu. Hal itu diakui Menteri Negara BUMN Sugiharto yang telah menyerahkan keputusan soal pergantian direksi kedua perusahaan pada RUPS.

Penggantian direksi memang telah masuk dalam agenda pembahasan RUPS PT Telkom pada 30 Juni mendatang. Walau telah diagendakan dalam RUPS, keputusan pergantian direksi belum tentu akan diambil. "Kalau ada jadwal tidak berarti harus ada pergantian," kata Sugiharto di Jakarta, belum lama ini. Dalam rapat kedua perusahaan telekomunikasi itu, pemerintah akan diwakili oleh Deputi Menteri Negara BUMN bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Telekomunikasi Roes Aryawijaya.

Menurut sebuah sumber, penggantian tersebut disebabkan karena kegagalan direksi. Jelasnya, ketidakmampuan memobilisasi secara universal service obligation, yaitu mengalihkan pendapatan yang diterima untuk membangun infrastruktur yang memadai.

Walau begitu, jajaran direksi baru diperkirakan berasal dari pejabat lama serta ditambah jumlahnya menjadi sepuluh orang. Adapun kandidat direktur utama dan wakil dirut Telkom adalah Arwin Arsyid dan Garuda Sugardo. Selanjutnya adalah John Welly, Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan. Sementara kandidat pucuk manajemen PT Indosat yakni Wahyu Wijayadi, Direktur Marketing, S. Wimbo S. Hardjito, Direktur Corporate Services serta Johni Swandi Syam, Jabotabek and Corporate Sales Director.

Sementara mengenai kinerja Indosat sejauh ini cukup mengkhawatirkan. Perusahaan telekomunikasi berskala internasional di Indonesia tersebut membukukan penurunan penjualan hingga empat persen dibanding tahun silam. Sedangkan penurunan jumlah pelanggan mencapai 1,5 juta orang.(AIS/Aryo Adi Prabowo dan Hengky Rahman)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6