Ratusan Warga Desa Terpencil Berdoa Bersama

Sekitar 200 warga Brangkal, Kecamatan Wedi, Klaten, Jateng memohon kekuatan dan kesabaran pascamusibah gempa bumi. Mereka berharap bisa segera membangun rumah kembali dan memulai kehidupan baru.

Diterbitkan 01 Juni 2006, 05:37 WIB
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Klaten: Isak tangis sekitar 200 warga Desa Brangkal, Klaten, Jawa Tengah mewarnai acara doa bersama di lokasi pengungsian, Rabu (31/5) malam. Mereka berdoa untuk memohon kekuatan dan kesabaran pascamusibah gempa bumi. Warga juga berharap bisa segera membangun kembali rumah mereka dan memulai kehidupan baru. Doa bersama ini dihadiri pula oleh rombongan Zannuba Arifah Chafsoh, putri Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Bahkan Yeni Wahid turut larut dalam kesedihan.

Di desa yang terletak di Kecamatan Wedi itu ada 30 orang tewas akibat gempa pada Sabtu pekan silam. Tak hanya korban jiwa, bencana itu juga mengakibatkan 95 persen rumah warga rata dengan tanah. Sementara desa itu terdiri dari sekitar 200 kepala keluarga.

Adapun kesedihan warga Brangkal memang beralasan. Sebab bantuan dari pemerintah daerah setempat itu sempat tersendat [baca: Distribusi Bantuan Masih Lamban]. Keterlambatan ini lantaran letak desa di perbatasan Klaten dan pegunungan di Yogyakarta itu cukup terpencil atau jauh dari pusat kota.(BOG/Solikun)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6