Liputan6.com, Jakarta: Militer Indonesia di perbatasan Timor Leste dalam status siaga satu. Kesiagaan ditingkatkan untuk menghalau masuknya warga dari Timor Leste yang sedang bergolak. "Situasi di perbatasan untuk sementara ini masih tetap kondusif. Namun di Dili tidak kondusif karena ada dua pihak yang bertikai dimana masing-masing memiliki senjata," kata Komandan Resor Militer 161 Wirasakti Kupang Kolonel Infanteri APJ Noch Bola dalam telewicara dengan Bayu Sutiyono dalam Liputan 6 Petang SCTV.
Ketegangan di perbatasan dengan Timor Leste sebenarnya mulai meningkat sejak Kamis silam. Saat itu pos perbatasan Nusatenggara Timur sempat dikunjungi Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto. Selain soal penyelundupan, saling klaim batas negara membuat suasana panas.
Kondisi diperparah ketika Panglima Angkatan Perang Timor Leste Brigadir Jenderal Taur Matan Ruak memecat 600 anggotanya. Kelompok militer yang dipecat ini kemudian meninggalkan kesatuannya dengan membawa senjata lengkap. Mereka kini membuat onar di Kota Dili. "Pengusaha kita di sana kembali ke daerah kita karena keamanan mereka tidak dijamin," tambah Noch.
Akibat kondisi ini, menurut Noch Bola, pada kemarin sore sekitar 30 warga Indonesia dari Dili masuk ke wilayah NTT untuk menyelamatkan diri. Jika ketegangan di Timor Leste tak kunjung reda, maka warga sipil Timor Leste dikhawatirkan akan lari ke NTT seperti pada pascajajak pendapat 1999. Buktinya, hari ini ada lima orang yang kembali ke Indonesia dari Dili.
Noch mengakui, akan membuka tangan bagi warga Timor Leste yang hendak meninggalkan Dili akibat kondisi keamanan yang tak kondusif. Asal, legal. "Kalau ilegal akan kita tangkap, kita proses sesuai prosedur untuk kemudian dideportasi," jelas Noch.
Berdasarkan perintah Panglima TNI Djoko Suyanto, jika terjadi pelintas batas ilegal yang datang secara massal, maka TNI akan menempatkannya di tempat khusus. Mereka kemudian didata oleh pihak kepolisian. Jika terbukti ilegal, bakal dideportasi kembali ke Dili. Namun akan menunggu situasi di Timor Leste reda.
Selain ketegangan akibat kemungkinan eksodus warga sipil Timor Leste, status siaga satu juga diterapkan menyusul ketegangan dengan militer negeri tetangga itu. Hingga kini kedua pihak belum membuka komunikasi. Bahkan untuk koordinasi mengantisipasi kemungkinan eksodus. "Mereka tidak akan pernah kontak dengan saya karena bukan kewenangan saya," tutur Noch.
Ketegangan di perbatasan dengan Timor Leste sebenarnya mulai meningkat sejak Kamis silam. Saat itu pos perbatasan Nusatenggara Timur sempat dikunjungi Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto. Selain soal penyelundupan, saling klaim batas negara membuat suasana panas.
Kondisi diperparah ketika Panglima Angkatan Perang Timor Leste Brigadir Jenderal Taur Matan Ruak memecat 600 anggotanya. Kelompok militer yang dipecat ini kemudian meninggalkan kesatuannya dengan membawa senjata lengkap. Mereka kini membuat onar di Kota Dili. "Pengusaha kita di sana kembali ke daerah kita karena keamanan mereka tidak dijamin," tambah Noch.
Akibat kondisi ini, menurut Noch Bola, pada kemarin sore sekitar 30 warga Indonesia dari Dili masuk ke wilayah NTT untuk menyelamatkan diri. Jika ketegangan di Timor Leste tak kunjung reda, maka warga sipil Timor Leste dikhawatirkan akan lari ke NTT seperti pada pascajajak pendapat 1999. Buktinya, hari ini ada lima orang yang kembali ke Indonesia dari Dili.
Noch mengakui, akan membuka tangan bagi warga Timor Leste yang hendak meninggalkan Dili akibat kondisi keamanan yang tak kondusif. Asal, legal. "Kalau ilegal akan kita tangkap, kita proses sesuai prosedur untuk kemudian dideportasi," jelas Noch.
Berdasarkan perintah Panglima TNI Djoko Suyanto, jika terjadi pelintas batas ilegal yang datang secara massal, maka TNI akan menempatkannya di tempat khusus. Mereka kemudian didata oleh pihak kepolisian. Jika terbukti ilegal, bakal dideportasi kembali ke Dili. Namun akan menunggu situasi di Timor Leste reda.
Selain ketegangan akibat kemungkinan eksodus warga sipil Timor Leste, status siaga satu juga diterapkan menyusul ketegangan dengan militer negeri tetangga itu. Hingga kini kedua pihak belum membuka komunikasi. Bahkan untuk koordinasi mengantisipasi kemungkinan eksodus. "Mereka tidak akan pernah kontak dengan saya karena bukan kewenangan saya," tutur Noch.
Imbauan untuk menutup hubungan dengan Timor Leste pernah dilontarkan Forum Persatuan Bangsa Indonesia (FPBI) pada awal tahun ini. Sejumlah pejuang prointegrasi dengan mata berlinang mengajukan permintaan ini sebagai tindak lanjut dari penembakan tiga orang Indonesia di Sungai Malibaka [baca: Pemerintah Dituntut Menutup Akses ke Timor Leste].(YAN/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5289113/original/068981100_1753021974-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4146753/original/028527300_1662354830-cek_fakta_sepeda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568076/original/025738900_1777349129-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-28T110443.057.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/456534/original/290306ctimor-leste.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288075/original/063090000_1783298243-nor2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261560/original/020942400_1781744954-AP26168812020257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288083/original/090522600_1783298244-nor10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290414/original/058282700_1783480422-ko2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290474/original/094848300_1783482268-063_2285093246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490249/original/064386300_1624409252-000_9CW8AD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261531/original/014538900_1671056110-000_333W8C7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535217/original/018346300_1773960601-FIFA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290421/original/027818600_1783480531-Argentina_s_Enzo_Fernandez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287274/original/048570500_1783206951-pra3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290534/original/015072300_1783484497-Switzerland_goalkeeper_Gregor_Kobel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290498/original/086362400_1783483404-Egypt_s_Mohamed_Salah__10__and_Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)